CIAMIS, galuh.id – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Ciamis resmi berakhir. Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis memastikan seluruh rangkaian proses berjalan tertib, aman, nyaman, kondusif, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan SPMB tahun ini merupakan hasil sinergi seluruh pihak dalam menghadirkan layanan pendidikan yang adil, objektif, transparan, dan berkualitas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat diselesaikan dengan baik. Kami mengapresiasi kerja sama semua pihak, mulai dari panitia, kepala sekolah, operator, guru, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang bersama-sama menjaga agar proses penerimaan peserta didik berjalan sesuai regulasi,” ujar Erwan.
Menurutnya, pelaksanaan SPMB tahun ini dilakukan melalui empat jalur penerimaan, yakni Jalur Domisili, Afirmasi, Prestasi, dan Mutasi. Seluruh proses didukung sistem digital yang terus disempurnakan guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.
Berdasarkan hasil akhir pelaksanaan SPMB, tingkat keterisian peserta didik di jenjang SD Negeri mencapai 60,27 persen, dengan 13.417 siswa diterima dari total daya tampung 22.263 kursi. Sementara pada jenjang SMP Negeri, sebanyak 10.311 siswa diterima dari daya tampung 13.012 kursi atau tingkat keterisian mencapai 79,24 persen.
Erwan menjelaskan, berbagai dinamika yang muncul selama proses berlangsung, termasuk perbedaan data yang sempat beredar di media sosial, merupakan konsekuensi dari sistem pemeringkatan yang bersifat dinamis.
“Data pada sistem SPMB akan terus berubah mengikuti tahapan yang sedang berjalan, mulai dari verifikasi, pencabutan berkas, perpindahan pilihan sekolah, daftar ulang hingga pemenuhan sisa kuota. Karena itu, tangkapan layar yang diambil pada waktu berbeda tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya ketidaksesuaian dalam proses seleksi,” jelasnya.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi dan masukan masyarakat selama pelaksanaan SPMB menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan akan dijadikan bahan evaluasi untuk penyelenggaraan tahun berikutnya.
Evaluasi tersebut, lanjut Erwan, mencakup penyempurnaan sistem digital, penguatan keterbukaan informasi, peningkatan layanan pengaduan, serta perluasan sosialisasi kepada masyarakat agar pelaksanaan SPMB semakin optimal.
Erwan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan SPMB, mulai dari panitia tingkat kabupaten dan sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, pengawas sekolah, BBPMP Jawa Barat, pemerintah kecamatan dan desa, orang tua peserta didik, hingga masyarakat.
“SPMB memang telah selesai, tetapi komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan tidak akan berhenti. Pemerintah Kabupaten Ciamis akan terus berupaya menghadirkan tata kelola pendidikan yang semakin profesional, transparan, responsif, serta berpihak pada kepentingan terbaik bagi setiap peserta didik,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
