Ciamis, galuh.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat membawa harapan besar bagi masyarakat, terutama pelajar di Kabupaten Ciamis.
Namun di balik peluang tersebut, terungkap fakta bahwa seluruh Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Ciamis belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) maupun Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Kepala DPMPTSP Ciamis, LM Sukardan Rere, menegaskan bahwa kondisi ini perlu segera benahi agar program MBG tidak hanya berjalan. Tetapi juga menjamin keamanan pangan masyarakat.
“Kalau bicara data OSS, SPPG di Ciamis belum ada yang tercatat memiliki SLHS maupun PBG. Padahal izin itu penting untuk memastikan standar kebersihan dan sanitasi,” ujarnya dalam forum Ciamis Beri Kabar (Misbar), Kamis (2/10/2025).
Dari sisi ekonomi, program MBG sebenarnya bisa mendorong lahirnya pengusaha baru di bidang agribisnis.
“Potensinya sangat besar, karena pasar jelas ada. Tapi semua harus didukung izin dan rantai pasok yang kuat,” tambah Rere.
Hal senada di sampaikan Nurdiana Mulyatini, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Galuh, yang menilai program MBG bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal jika pasokan pangan terjaga.
“Kalau rantai pasok tidak tertata, justru bisa memicu inflasi dan harga bahan pokok naik. Itu yang perlu di antisipasi,” tegasnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
