Berita Ciamis, galuh.id – Masyarakat Tatar Galuh kini mulai melihat babak baru terkait teka-teki sosok yang bakal mengisi lowongan Kursi Wakil Bupati Ciamis pasca-wafatnya almarhum H. Yana D. Putra.
Dr. H. R. Heri Solehudin Atmawidjaja, MM. berencana menggelar pertemuan khusus dengan jajaran Ketua Partai Politik koalisi pendukung Bupati Herdiat Sunarya dalam waktu dekat.
Agenda perjumpaan elite politik ini langsung memicu perbincangan hangat di tengah warga yang menantikan kepastian figur kepemimpinan daerah.
Juru Bicara Heri Solehudin Center, Syamsa Alamsyah, mengonfirmasi rencana perjumpaan para tokoh penting tersebut pada Kamis (11/6/2026). Menurutnya, Heri Solehudin mengagendakan silaturahmi strategis ini sebagai langkah awal yang sangat penting.
Selain itu, beliau akan memaparkan visi dan misi secara langsung di hadapan para pimpinan partai pengusung. Langkah taktis ini bertujuan menyamakan frekuensi politik sebelum melangkah ke tahapan legalitas formal di pemerintahan.
“Benar, Pak Heri Solehudin dijadwalkan bertemu partai koalisi pendukung Herdiat. Pertemuan ini momentum penting untuk menyamakan persepsi, sekaligus menyampaikan komitmen dan kesiapan beliau dalam mengawal roda pemerintahan di Ciamis,” ujar Syamsa Alamsyah dengan nada optimis.
Namun, Syamsa masih merahasiakan lokasi pasti dan waktu pelaksanaan agenda krusial untuk pengisian Kursi Wakil Bupati Ciamis tersebut.
Pihaknya sengaja menutup rapat detail acara demi menjaga kondusifitas komunikasi politik yang sedang berjalan agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
“Untuk waktu dan tempatnya memang sengaja kami rahasiakan terlebih dahulu. Yang jelas dalam waktu dekat ini. Kami ingin suasananya lebih tenang dan fokus agar pemaparan visi, misi, serta dialog dengan para Ketua Partai bisa berjalan lebih mendalam,” tambahnya kepada awak media.
Urgensi Pengisian Kursi Wakil Bupati Ciamis
Syamsa menegaskan bahwa pengisian posisi Ciamis II sangat krusial demi efektifitas pelayanan publik dan jalannya roda pemerintahan yang stabil.
Oleh karena itu, Heri Solehudin Center membuka ruang komunikasi yang intens dengan partai-partai parlemen yang memenangkan pasangan Herdiat-Yana. Upaya koordinasi ini harapannya mampu melahirkan kesepakatan mufakat yang kokoh di antara seluruh anggota koalisi.
Sementara itu, proses birokrasi pemerintahan di tingkat daerah tetap menuntut kehadiran figur definitif pendamping bupati agar program kerja tidak terhambat.
Kosongnya posisi nomor dua di Ciamis ini memang menyita perhatian serius banyak pihak sejak beberapa bulan terakhir. Kemudian, kemunculan nama Heri Solehudin sebagai kandidat kuat membawa angin segar bagi keberlanjutan pembangunan daerah.
Heryadi Sukmadijaya selaku koordinator pusat Heri Solehudin Center di Jakarta juga mengamini rencana silaturahmi politik yang bernilai strategis tersebut.
Menurutnya, seluruh tim pemenangan di tingkat pusat maupun daerah terus mematangkan kesiapan dokumen penunjang kelayakan kandidat mereka. Dialog santun yang mengedepankan kepentingan masyarakat luas pasti bisa menjembatani selisih pandang di dalam internal koalisi.
“Mengenai bagaimana respons dan hasil dinamika dari pertemuan strategis tersebut, tentu akan kami sampaikan secara transparan kepada publik setelah seluruh rangkaian acara selesai,” pungkas Heryadi saat mengakhiri sambungan telepon.
Mekanisme Aturan dan Konteks Regulasi
Berdasarkan regulasi undang-undang pemilihan kepala daerah, partai politik pengusung harus mengusulkan nama untuk pengisian Kursi Wakil Bupati Ciamis yang kosong.
Partai-partai tersebut wajib mengajukan nama calon kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat untuk kemudian masuk ke tahap pemilihan resmi.
Proses ini membutuhkan soliditas penuh dari koalisi lama agar tidak memicu konflik kepentingan baru di parlemen.
Masyarakat Ciamis sendiri berharap agar figur yang terpilih nantinya memiliki rekam jejak kepemimpinan yang mumpuni serta memahami kultur birokrasi lokal.
Mereka menilai Kursi Wakil Bupati Ciamis bukan sekadar jabatan administratif semata, melainkan motor penggerak pembangunan kemasyarakatan.
Oleh sebab itu, jajaran elite politik terus memperhitungkan rekam jejak akademik dan organisatoris yang menyertai nama Heri Solehudin.
Di sisi lain, pengamat politik lokal memprediksi bahwa dinamika pengisian jabatan ini akan berjalan sangat dinamis namun tetap terkendali.
Hal tersebut terjadi karena Bupati Herdiat Sunarya memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam menjaga keseimbangan peta politik di Kabupaten Ciamis. Dukungan penuh dari sang bupati menjadi kunci utama bagi siapa saja yang akan menduduki posisi strategis ini.
Sebagai kesimpulan, pertemuan tertutup antara Heri Solehudin Center dengan pimpinan partai pengusung akan menentukan arah masa depan birokrasi daerah.
Ketua partai koalisi yang memegang mandat suara rakyat kini memegang keputusan akhir mengenai pengisian Kursi Wakil Bupati Ciamis.
Publik di Kabupaten Ciamis dipastikan akan terus mengawal informasi perkembangan hasil pertemuan taktis ini dalam beberapa hari ke depan. (Tegar/GaluhID)
