Petani Kopi Banjaranyar Ciamis Sumringah, Panen Tahun Ini Melimpah

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Petani kopi Banjaranyar, Kabupaten Ciamis Jawa Barat sumringah pasalnya musim panen tahun ini sangat memuaskan.

Petani kopi setempat, Haji Ujang Sahidin, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil panen yang diperoleh. Menurutnya, kualitas kopi musim ini sangat baik dan memberikan hasil yang memuaskan.

“Alhamdulillah musim panen sekarang kopinya sangat bagus, hasilnya juga memuaskan,” ujar Ujang di lokasi penjemuran kopi, Kamis (11/6/2026).

Kopi yang Ujang budidayakan merupakan jenis Robusta. Dari lahan sekitar dua hektare yang ia kelola, musim panen kali ini mampu menghasilkan ribuan kilogram biji kopi kering.

- Advertisement -

Ujang mengatakan, keberhasilan panen tersebut tidak lepas dari perawatan yang maksimal. Tanaman kopi membutuhkan perhatian khusus, mulai dari pemupukan hingga pemeliharaan rutin.

“Hasil sebagus ini karena perawatan yang ekstra. Biaya perawatan dalam satu tahun bisa mencapai tiga puluh jutaan, termasuk pupuk dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Meski hasil panen melimpah, ia mengaku masih menghadapi tantangan berupa harga jual kopi yang sedang mengalami penurunan.

Saat ini harga kopi kering berada di kisaran Rp49 ribu per kilogram, sementara jika kondisi harga normal bisa mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram.

- Advertisement -

“Karena harga sedang turun, biji kopi ini belum dijual. Nanti menunggu harga kembali bagus, biasanya jual ke tengkulak,” katanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat Banjaranyar, Marjuk, menyebut wilayah tersebut memang sangat cocok untuk pengembangan tanaman kopi.

Kondisi alam dan kebiasaan masyarakat yang mayoritas sebagai petani, menjadi faktor pendukung berkembangnya perkebunan kopi.

“Daerah sini memang cocok untuk tanaman kopi. Warga juga sudah punya pengalaman dalam bertani,” ujarnya.

Menurutnya, banyak warga Banjaranyar sebelumnya memiliki pengalaman bekerja sebagai buruh tani kopi di luar Pulau Jawa. Pengalaman tersebut kemudian dibawa pulang dan kembangkan di kampung halaman.

“Dulu banyak warga yang bekerja sebagai buruh tani kopi. Dengan pengalaman itu, kami ajak kembali ke kampung untuk mengelola lahan yang ada. Kebetulan banyak lahan kosong yang bisa dimanfaatkan, dan alhamdulillah sekarang hasilnya terlihat,” jelas Marjuk.

Warga Dusun Karangsari, Desa Banjaranyar ini menyampaikan bahwa kendala di wilayahnya dalam memasarkan hasil pertanian itu karena akses jalan utama yang belum sepenuhnya perbaikan.

Meski begitu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pemkab Ciamis yang sudah membangun sebagian akses jalan utama di wilayahnya.

“Kami berharap pembangunan jalan dapat kembali berlanjut. Dengan akses jalan yang baik tentu sangat menunjang untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” pungkasnya. (GaluhID/Uus)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Warga Binaan Siap Unjuk Karya, Lapas Ciamis Matangkan Festival Harmoni Tanpa Batas

Ciamis, galuh.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Festival Kolaborasi Musik bertajuk “Harmoni...

Artikel Terkait