DPRKPLH Ciamis Gelar Pendidikan Tentang Lingkungan Melalui Bimtek Pengelolaan Limbah Padat SPPG ke Masyarakat

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis menggelar pendidikan lingkungan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Limbah Padat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berbasis partisipasi masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Pemerintah Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Bimtek dilaksanakan di Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Rabu (8/7/2026), dengan diikuti 50 peserta yang berasal dari masyarakat di lingkungan sekitar SPPG Desa Panyingkiran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah padat secara tepat sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan limbah sejak dari sumbernya, mulai dari pemilahan sampah, penerapan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), hingga pemanfaatan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna. Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan mampu berperan aktif dalam mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih dan berkelanjutan.

Kepala Bidang Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Rini Valianti, mengatakan pendidikan lingkungan merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah.

- Advertisement -

“Melalui bimbingan teknis ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pengelolaan limbah padat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan pengetahuan yang baik, masyarakat dapat mulai mengelola sampah dari rumah tangga maupun lingkungan SPPG sehingga dampaknya terhadap lingkungan dapat diminimalkan,” ujarnya.

Menurut Rini, keterlibatan masyarakat menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Perubahan perilaku untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya akan memberikan dampak besar terhadap pengurangan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

“Partisipasi masyarakat adalah kunci. Jika setiap orang mulai peduli dan menerapkan pengelolaan limbah dengan benar, maka kita bisa mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan mendukung tercapainya konsep zero waste di Kabupaten Ciamis,” jelasnya.

Ia menambahkan, lingkungan SPPG diharapkan dapat menjadi contoh penerapan pengelolaan limbah berbasis masyarakat. Selain menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah yang baik juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan kembali sampah yang masih bernilai.

- Advertisement -

Melalui kegiatan ini, DPRKPLH berharap para peserta dapat menjadi pelopor sekaligus agen edukasi di lingkungannya masing-masing, sehingga budaya peduli lingkungan terus berkembang dan pengelolaan limbah yang berkelanjutan dapat diterapkan secara nyata di Kabupaten Ciamis. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Dari Tausiah hingga Segelas Teh Manis, Cara Unik Polisi Tasikmalaya Bangun Kesadaran Berlalu Lintas

Dalam razia lalu lintas di Tasikmalaya, polisi mengedepankan pendekatan humanis dengan tausiah keagamaan untuk mendidik pelanggar ringan. Meski penindakan tetap dilakukan, edukasi lebih diutamakan. Pengendara yang tertib dihadiahi apresiasi sederhana. Metode ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan berkendara sebagai bentuk tanggung jawab bersama.

Artikel Terkait