Ciamis, galuh.id — Hujan deras serta angin kencang mengguyur kawasan Alun-alun Ciamis pada Senin (12/5/2025) sore, menyebabkan genangan air di lantai 3 foodcourt. Tepatnya area selatan dekat toilet yang tidak terindungi atap kanopi.
Meski sempat mengganggu aktivitas, kondisi tersebut berhasil cepat teratasi berkat kesigapan petugas. Kemudian koordinasi yang baik dengan pedagang, serta bantuan dari pihak lainnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Ciamis, Okta Jabal, menjelaskan genangan air di foodcourt terjadi akibat cuaca ekstrem dan saluran drainase yang tertutup sampah.
“Alhamdulillah, genangan air tidak berlangsung lama dan langsung tertangani dengan baik oleh petugas di lapangan bersama pedagang,” ucapnya.
Menurut Okta, salah satu penyebab utama adalah hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu saluran pembuang di area selatan yang tersumbat oleh sampah seperti plastik, kertas, dan kotoran.
Ia menambahkan bahwa area tersebut memang terbuka dan belum tertutup kanopi, sehingga sangat rentan tergenang air ketika terjadi cuaca ekstrem.
Langkah evaluasi dan tindak lanjut pun segera disiapkan, antara lain meningkatkan koordinasi antara pengelola, pedagang, dan dinas terkait.
Kemudian mengimbau semua pihak untuk menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan. Terutama karena di area tersebut telah tersedia Tempat Penampungan Sementara (TPS) di setiap titik.
Selain itu, menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi dari sisi desain bangunan agar pengelolaan ruang terbuka dapat ditingkatkan. Terutama untuk mengantisipasi hujan lebat di masa mendatang.
“Kami mendorong perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan fasilitas publik, termasuk pemeliharaan bangunan dan sistem drainase. Kami juga mengajak masyarakat dan pedagang untuk sama-sama menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan,” ujar Okta.
DPRKPLH Ciamis berharap kolaborasi yang sudah terjalin antara petugas, pedagang, dan masyarakat terus tingkatkan untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan sehat. Termasuk di kawasan pusat kuliner dan ruang publik lainnya. (GaluhID/Tegar)
Editor: Evi
