CIAMIS, galuh.id – Festival Layang Lakbok di Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berlangsung sukses. Festival yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat agraris setelah panen raya padi ini digelar selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (22–24 Oktober 2026).
Ribuan warga antusias menyaksikan rangkaian kegiatan festival yang dipusatkan di area pematang sawah Desa Cintajaya, Kecamatan Lakbok. Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis, Dian Budiayana pada Sabtu 24/10/2026 malam.
Hadir dalam acara tersebut dua anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari daerah pemilihan (Dapil) V, Endang Cahyadi dan Zulfikar Maulana, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lakbok.
Ketua Yayasan Pematang Sawah Lakbok, Hermanto, mengatakan Festival Layang Lakbok bukan sekadar permainan layangan yang menghiasi langit. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, sekaligus identitas masyarakat Lakbok.
“Festival Layang Lakbok ini sudah dilaksanakan enam kali. Kegiatan ini digelar setelah panen raya padi. Sambil menunggu masa tanam berikutnya, masyarakat mengadakan festival sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Hermanto.
Menurutnya, Lakbok memiliki potensi alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian padi.
Selain itu, wilayah tersebut juga mempunyai tradisi seni dan budaya yang perlu dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.
Melalui festival tersebut, pihaknya ingin mengajak masyarakat, khususnya warga Lakbok, untuk terus merawat tradisi dan budaya lokal.
Menurut Hermanto, kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat dapat menjadi modal penting dalam membangun masa depan daerah.
Ia juga berharap semangat gotong royong dan silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan.
“Wilayah Lakbok merupakan daerah agraris yang mengajarkan kita arti kesabaran, gotong royong, dan rasa syukur setelah melewati masa panen,” katanya.
Sementara itu, Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dian Budiayana, mengapresiasi masyarakat Lakbok yang konsisten menjaga dan melestarikan tradisi, seni, serta budaya lokal melalui Festival Layang Lakbok.
Menurut Dian, kegiatan tersebut merupakan pagelaran budaya yang istimewa karena mengangkat tradisi masyarakat setelah panen padi.
Ia menilai festival semacam ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Ciamis.
“Festival Layang Lakbok ini sangat bagus dan luar biasa. Pagelaran seperti ini di Kabupaten Ciamis hanya ada di Lakbok. Mungkin juga di Jawa Barat, bahkan Indonesia. Ini sungguh luar biasa dan patut kita syukuri,” ungkapnya.
Dian menambahkan, festival tersebut tidak hanya memberikan ruang bagi masyarakat untuk melestarikan budaya, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kehadiran ribuan pengunjung dinilai dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong.
“Tradisi dan budaya peninggalan leluhur, jika kita rawat, akan membawa dampak positif bagi generasi penerus. Contohnya, tradisi pascapanen padi melalui Festival Layang Lakbok ini bisa membawa berkah bagi masyarakat, termasuk menggeliatkan UMKM,” pungkasnya.
