oleh

Galuh Disebut Brutal, Masyarakat Ciamis Tak Terima

Hubungi
 
 

Berita Ciamis, galuh.id– Masyarakat Ciamis digegerkan dengan pernyataan Ridwan Saidi, budayawan Betawi yang mengatakan tidak ada kerajaan di Ciamis dan Galuh disebut brutal.

Dia juga menyebut prasasti yang ada di Ciamis merupakan prasasti palsu yang dibuat oleh Belanda.

Loading...

Bahkan, politisi gaek ini juga menyebutkan arti Galuh adalah Brutal. Pernyataannya itu diungkap dalam sebuah Video yang diunggah di YouTube.

Sontak pernyataan pria berusia 78 tahun itu mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Salah satunya dari budayawan Ciamis, Aip Saripudin.

“Saya sebagai masarakat Tatar Galuh Ciamis kaget dengan pendapat beliau, bukti sejarah Galuh itu dengan data-data yang valid. Prasasti, Carita Parahyangan, naskah-naskah, atau cerita legenda masyarakat,” ujar Aip kepada Galuh ID, Rabu (12/2/2020).

Aip menyebutkan pada tahun 1667 ada Gotrasawala yang diadakan di Cirebon. Saat itu, kata dia, ada utusan dari Galuh, yakni Singaperbangsa IV.

“Gotrasawala itu membahas tentang eksistensi kerajaan di nusantara. Semua hadir di Gotrasawala, musyawarah,” katanya.

Selain itu, menurut Aip, bukti yang lainnya adanya Situs Karangkamulyan yang merupakan bekas Kerajaan Galuh. Situs seluas 25 hektar sekarang masuk wilayah Kecamatan Cijeungjing. Termasuk Situs Astana Gede Kawali tempat prasasti.

“Bukti-bukti ini sudah diakui oleh para peneliti, karena itu pendapat beliau ini sangat tidak patut untuk disampaikan,” tegasnya.

Namun dia berharap masarakat Tatar Galuh Ciamis tetap tenang. Lantaran sejumlah elemen masyarakat akan melayangkan somasi kepada Ridwan Saidi yang mengatakan Galuh disebut brutal.

“Di Ciamis, kami akan bersama kalangan akademisi, Universitas Galuh, para Kasepuhan, juru kunci, juru pelihara, akan berembuk mengenai langkah-langkah selanjutnya menghadapi hal ini,” katanya. (GaluhID/Ndu)

loading...

Penulis : K Putu Latief

Gambar Gravatar
Menulis untuk kepuasan, mengedit untuk kebahagiaan.

Komentar

BERITA SELANJUTNYA