Ciamis, galuh.id – Galuh Ethnic Carnival menjadi ajang tahunan untuk memeriahkan Hari jadi Ciamis. Event ini sudah 6x dilaksanakan sebagai upaya merawat dan melestarikan seni budaya.
Selain ajang tahunan, event ini pun menjadi salah satu terobosan untuk mempertahankan nilai budaya dan seni yang Kabupaten Ciamis miliki.
Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Ciamis, Dadang Darmawan, mengungkapkan hal itu pada Rabu (11/06/2025).
“Galuh Ethnic Carnival 2025 di ikuti oleh 31 peserta. 27 dari Ciamis, 4 peserta dari kabupaten/kota tetangga yakni Garut, Purwakarta, Kuningan dan Banjar,” katanya.
Seni yang tampil mulai dari Munding Ki Bowang, Kuda Bajir Hujung Tiwu, Singa Lugay, Mengmleng Winduraja, Ringkang Galuh, Cosplay Ciung Wanara.
Kemudian Bebegig Baladewa, Mabokuy, Barongan, Pontrang dan berbagai macam jenis seni lainnya.
Untuk mengikuti Galuh Ethnic Carnival, peserta tidak dipungut biaya, hanya melakukan koordinasi saja dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga.
“Tinggal kordinasi saja siapa yang siap untuk tampil karena ini sudah menjadi agenda rutin di hari jadi Ciamis. Tidak berbayar sama sekali, malah kami memberikan untuk transport,” jelas Dadang.
Lanjutnya, seni yang tampil pada event ini merupakan ikon-ikon Ciamis yang sudah malang melintang di kancah nasional.
“Yang tampil merupakan ikon-ikon Ciamis yang sudah tampil di berbagai kancah nasional. Seperti Bebegig, Mabokuy dan masih banyak yang lainnya,” ucapnya.
Galuh Ethnic Carnival juga menjadi ajang untuk melestarikan dan merawat seni dan budaya yang Kabupaten Ciamis miliki.
“Ini juga menjadi ajang para pegiat seni dan yang mempunyai kreatifitas, menampilkan yang terbaik. Ini salah satu bentuk promosi. Kabupaten kota tetangga juga bisa kita tampilkan di sini,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)
