oleh

Geram Kerajaan Galuh Disebut Fiktif, Rektor Unigal Ciamis Tantang Ridwan Saidi

Hubungi
 
 

Berita Ciamis, galuh.id – Ridwan Saidi atau Babe Said, sapaan akrabnya, dikenal sebagai pribadi yang lantang dalam berbicara.

Di dalam unggahan video tersebut, Ridwan Saidi mengatakan Kerajaan Galuh adalah fiktif. Hal ini tentunya membuat geram tatanan masyarakat di Kabupaten Ciamis.

Loading...

Dia juga menyebut prasasti yang ada di Ciamis adalah prasasti palsu yang dibuat oleh Belanda. Lebih jauh bahkan Babe Said sapaanya menyebut jika arti dari Galuh adalah brutal.

Atas pernyataannya tersebut, Babe Said ditantang oleh Rektor Universitas Galuh sekaligus Dewan Kebudayaan Ciamis, Dr H Yat Rospia Brata Drs M.Si, untuk datang ke Ciamis.

Baca Juga : Galuh Disebut Brutal, Masyarakat Ciamis Tak Terima

Hal tersebut untuk membuktikan ucapannya yang menyinggung sejarah kerajaan galuh.

“Kepada Bapak Ridwan Saidi, kami tunggu di Ciamis, kami akan datangkan para Kabuyutan untuk memperlihatkan bukti-bukti peninggalan sejarah Kerajaan Galuh,” tegas Yat, Rabu (12/2/2020).

Sungguh disayangkan, lanjut Yat, Babe Saidi yang sosoknya dikenal malang melintang sebagai ahli sejarah dan budayawan sampai berbicara seperti itu, menyinggung perasaan kami disini.

“Bapak ini kalau mau berhalusinasi harusnya tidak usah direkam, akan bahaya untuk Bapak sendiri, cukup ngobrol berdua saja sama hostnya itu,” ujarnya.

Yat menilai pernyataan Babe Said ini ditakutkan dapat menimbulkan konflik horizontal karena ucapannya tidak memiliki landasan ilmiah.

Ridwan Saidi harusnya tidak boleh asal bicara, harus dibuktikan dan diuji dalam forum ilmuwan.

“Kalau mau bicara sebaiknya dilihat dulu referensinya dari mana. Jelas ngawur. Sebuah temuan harus diuji oleh forum ilmuwan agar ada pengakuan, tidak bisa asal berpendapat,” jelas Yat.

Maka dari itu, lanjut Yat, Dewan Kebudayaan bersama para Kabuyutan dan Trah Galuh menunggu Babe Said untuk datang ke Ciamis dan membuktikan ucapannya terkait sejarah Galuh.

Yat berharap masyarakat tetap berpegang pada hasil kajian para arkeolog dan sejarawan yang telah menggali bukti-bukti sejarah.

Dia meminta masyarakat juga tidak percaya begitu saja terhadap pernyataan Ridwan Saidi yang tidak memiliki landasan ilmiah. (GaluhID/Evi)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA