Banjar, galuh.id – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar menyelenggarakan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3 pada 18–20 Juli 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema “Pancasila dan Marhaenisme sebagai Landasan Gerakan Mahasiswa yang Progresif”.
Dengan tujuan memperkuat kesadaran ideologis dan komitmen perjuangan kader terhadap rakyat dan bangsa Indonesia.
Sebanyak 42 peserta dari GMNI Kota Banjar, Ciamis, Kota Tasikmalaya, dan Garut mengikuti agenda ini dengan semangat tinggi. Mereka mendapatkan berbagai materi dari narasumber yang berkompeten.
Membedah isu-isu strategis kebangsaan, serta mengembangkan taktik gerakan mahasiswa yang relevan dalam menghadapi tantangan zaman.
Irwan Herwanto, Ketua Badan Pekerja KTD dan Konfercab sekaligus Sekretaris DPC GMNI Banjar, menegaskan pentingnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dasar ideologi.
“Melalui KTD dan Konfercab ini, kita berharap dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen kader dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan Marhaenisme dalam aspek kehidupan nyata,” ucapnya.
Selain itu lanjut Irwan, meningkatkan kapasitas kader dalam memperjuangkan kaum marhaen.
Ia juga menekankan bahwa ideologi bukan sekadar teori, melainkan harus menjadi roh dalam setiap langkah perjuangan.
“Esensinya kita tekankan kepada seluruh kader agar Pancasila sebagai dasar negara dan Marhaenisme sebagai ideologi perjuangan, harus benar-benar menjadi landasan utama dalam setiap langkah dan gerakan,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan dari proses kaderisasi dan pengabdian, kader GMNI diterjunkan langsung ke tengah masyarakat.
Mereka mendampingi petani dalam kegiatan sosial, melakukan analisis lapangan, advokasi, dan pengorganisasian.
Membuktikan bahwa kader GMNI tidak hanya cakap secara teoritis, tapi juga tangguh dalam praktik nyata.
“Kami tidak hanya belajar teori di ruang kelas. Tapi langsung turun ke ladang, mendampingi petani dan memahami perjuangan mereka. Karena pengabdian bukan sekadar slogan. Setiap langkah di desa adalah bagian dari perjalanan kaderisasi kami,” ungkapnya. (GaluhID/Teja)
Editor: Evi
