oleh

Gunakan Skema 4-4-2 ‘Diamond’, PSGC Ciamis Tarik Perhatian Pengamat Sepakbola

 
 

Berita PSGC, galuh.id – PSGC Ciamis memainkan formasi unik 4-4-2 berlian yang sangat jarang digunakan oleh klub liga lokal. Pernyataan tersebut ditulis oleh salah satu penulis sepakbola Indonesia di laman twitter dengan nama akun @daniel_tjirbon.

Rupanya laga Persita Tangerang vs PSGC Ciamis mendapatkan perhatian lebih oleh publik sepakbola Indonesia yang mengamati betul jalannya pertandingan kedua tim ini.

PSGC Ciamis sendiri memulai laga perdana di putaran kedua Liga 2 2019 dengan racikan dari pelatih anyar, Andri Wijaya, dalam laga yang berlangsung di Stadion Sport Center, Kelapa Dua, Tangerang, Kamis (22/8/2019).

Pada laga melawan Persita Tangerang itu, terlihat mengunakan pola yang tak biasa di sepakbola Indonesia.

Melihat materi pemain yang diturunkan dan mengamati jalannya pertandingan, serta berdasarkan pernyataan Andri Wijaya pada sesi konferensi pers jelang pertandingan, bahwa ia akan mengantisipasi pergerakan lini tengah Persita Tangerang yang dikomandoi oleh mantan pemain timnas Indonesia, Egy Melgiansyah.

“Kami tahu Persita selalu bermain dari bola bawah atau bola-bola pendek dan biasanya dialirkan langsung oleh para pemain gelandangnya seperti Egy Melgiansyah. Taktik ini yang mungkin akan kami antisipasi agar permainan mereka tidak berkembang,” ujar Andri.

Memulai laga di bawah cuaca sore yang bersahabat, Laskar Galuh menurunkan susunan pemain dengan di bawah mistar gawang, Andri menggunakan Ali Barkah. Seperti diketahui, Ali sejauh ini adalah pilihan terbaik di bawah mistar gawang dan di laga kemarin bisa diandalkan.

Untuk mendukung formasi dengan empat bek, lini belakang PSGC dihuni Ardi Ramdani, Edo Pratama, Ivan Juliandi, dan Muhammad Arozi. Pemain anyar Edo Pratama langsung diberikan kepercayaan untuk menemani Ivan di jantung pertahanan. Terbukti bisa melakukan high pressing dengan bagus walaupun tidak selalu sempurna.

Sementara di lini tengah yang menjadi kunci permainan dan pembeda, dihuni Joko Sasongko sebagai gelandang bertahan (DMF), Ganjar Kurniawan sebagai gelandang serang (AMF), Aldi Imron diplot sebagai gelandang kanan (RCM) dan pemain anyar Choiril Hidayat diplot gelandang kiri (LCM). Di laga ini Joko punya range passing yang bagus dan bisa switch play dengan gampangnya.

Untuk juru gedor, Andri Wijaya memercayakan pada Engkus Kuswaha dan Fabio Marko, walaupun sepanjang pertandingan belum terlihat menonjol, tapi cukup merepotkan barisan pertahanan Persita Tangerang serta bisa diandalkan saat defend dengan pergerakan ‘pressing trap’ di area flank dan sigap melakukan pergerakan backward press saat lini pertama pressing bisa dilewati.

Sementara dalam hal permainan sepanjang laga, skuad PSGC Ciamis tidaklah mengecewakan, mampu menghadirkan tensi pertandingan yang menarik dan menghasilkan cukup banyak peluang mencetak gol.

Secara umum skema 4-4-2 diamond dieksekusi dengan baik dan benar, sesuai dengan permainan sepakbola level elit, baik pada saat attack dan defend.

Walaupun dengan hasil akhir harus dipaksa menelan kekalahan dalam lanjutan Liga 2 2019 Grup Barat di markas Persita Tangerang, di Stadion Sport Centre, Kamis (22/08/19). Laskar Galuh kalah tipis 0-1 akibat gol tunggal striker tuan rumah, Sirvi Arvani, pada menit ke-44.

“Hari ini permainan sangat menarik. Kami bisa menerapkan strategi dengan baik, tapi ada faktor kurang beruntung. Kami sudah berjuang semaksimal mungkin dan mau curi poin tapi hasilnya kalah, dan kami terima dengan sportif karena pemain kami telah berjuang,” katanya.

“Kami kurang beruntung, pemain terlalu terburu-buru dan selalu saja memutuskan untuk menembak meski masih jauh dari gawang. Terlalu lama di area sendiri sehingga lawan akhirnya bisa menekan,” imbuh Andri Wijaya menyoal penyebab kekalahan PSGC Ciamis di sesi konferensi pers usai pertandingan.

Mungkin terlalu dini untuk menilai cara main PSGC dengan skema dan pelatih anyarnya hanya dalam satu pertandingan saja. Tapi setidaknya, mereka punya permainan yang memberikan inovasi baru di Liga Indonesia, yakni menggunakan pola unik 4-4-2 diamond yang sangat jarang dipakai oleh klub lainnya di Liga Indonesia. (galuh.id/Allez)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA