Harga Bawang Merah di Pasar Banjar Melonjak Tajam, Pedagang dan Konsumen Mengeluh

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Banjar, galuh.id – Harga bawang merah di Pasar Banjar, Jawa Barat, terus mengalami lonjakan yang mengkhawatirkan.

Kenaikan ini diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan, terutama karena meningkatnya permintaan selama bulan Ramadan, sementara pasokan dari petani tetap terbatas.

Iyet Rohayati, seorang pedagang bumbu dapur yang telah berjualan di Pasar Banjar selama 15 tahun, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kenaikan harga yang signifikan.

Saat ini, harga bawang merah kualitas biasa telah mencapai Rp40.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan harga normal yang sebelumnya berkisar Rp25.000 per kg.

- Advertisement -

“Kalau terus naik seperti ini, bisa-bisa menjelang Idul Fitri harganya semakin tidak masuk akal,” ujar Iyet, Selasa (4/3/2025).

Tidak hanya di Pasar Banjar, lonjakan harga juga terjadi di sejumlah pasar tradisional lain di Jawa Barat, termasuk Pasar Manis Ciamis.

Selain bawang merah, sejumlah bahan pokok lainnya seperti telur, cabai rawit, wortel, kentang, dan daging ayam juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Di Pasar Manis Ciamis, fenomena serupa terjadi. Wati, seorang pedagang di pasar tersebut, menuturkan bahwa bukan hanya bawang merah yang mengalami kenaikan harga, tetapi juga bawang putih.

- Advertisement -

Harga bawang putih yang sebelumnya berada di angka Rp35.000 per kg, kini naik menjadi Rp40.000 per kg.

“Semua bahan pokok naik. Pembeli banyak yang mengeluh karena daya beli mereka semakin menurun,” kata Wati.

Menurut analisis para pedagang, ada dua faktor utama yang memicu lonjakan harga ini:

Cuaca Ekstrem dan Gangguan Produksi

Musim hujan yang berkepanjangan telah menyebabkan penurunan hasil panen bawang merah.

Kondisi tanah yang terlalu basah dan serangan penyakit tanaman akibat kelembaban tinggi semakin memperburuk situasi, membuat pasokan di pasaran menjadi terbatas.

Permintaan Meningkat Selama Ramadan

Memasuki bulan suci Ramadan, permintaan terhadap bawang merah melonjak drastis.

Selain kebutuhan rumah tangga yang meningkat, sektor industri kuliner juga mulai menimbun stok untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi menjelang Lebaran.

“Kami berharap ada intervensi dari pemerintah untuk menstabilkan pasokan dan harga di pasaran,” tambah Wati.

Selain bawang merah dan bawang putih, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah bahan pangan lainnya. Berdasarkan pantauan terakhir:

  • Cabai rawit telah mencapai Rp60.000 per kg
  • Telur ayam naik menjadi Rp30.000 per kg

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama mereka yang bergantung pada bahan pokok tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Jika tren ini terus berlanjut tanpa adanya upaya penanganan yang efektif, lonjakan harga bisa semakin membebani ekonomi rumah tangga, terutama menjelang perayaan Idul Fitri. (GaluhID/Diana)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Muscab VI PAN Ciamis Perkuat Konsolidasi, DPW Dorong DPC Aktif Bangun Relawan

DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ciamis mengadakan Musyawarah Cabang VI untuk konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029. Ketua DPD, Drs. H. Komar Hermawan, menyatakan pentingnya kantor partai untuk meningkatkan kekompakan dan perolehan suara. Ketua Harian DPW, Ir. Herry Dermawan, menekankan perlunya ketua DPC aktif dan berani mencalonkan diri.

Artikel Terkait