Banjar, galuh.id – Upaya pencarian terhadap R (17), seorang pelajar asal Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, yang dilaporkan tenggelam setelah melompat ke Sungai Citanduy, masih terus berlanjut hingga hari kedua.
Meskipun berbagai upaya telah dilakukan, hingga Selasa (12/3/2025) sore, korban belum berhasil ditemukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjar, Ajat Sudrajat, menyampaikan, operasi pencarian korban akan terus dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran.
“Hari ini kami telah mengerahkan empat perahu untuk memperluas area pencarian, dimulai dari penyebrangan Cikoronjo hingga Bendungan Manganti,” ungkapnya.
Tim Gabungan Dikerahkan, Basarnas Turun Tangan
Dalam operasi pencarian ini, tim gabungan dari berbagai instansi turut dikerahkan. Beberapa di antaranya adalah BPBD Kota Banjar, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Banjar, Tagana Banjar.
Kemudian BPBD Ciamis, Polres Banjar, Kodim, Koramil, Kecamatan Langensari, PMI Banjar, PMI Ciamis, Basarnas Pangandaran, Tagana Ciamis, Jabar Bergerak Banjar, Rafi Banjar, dan Orari Lokal Banjar.
“Kami bersyukur Basarnas sudah turun tangan membantu pencarian. Mereka lebih memahami karakteristik arus sungai, cekungan, serta medan yang berisiko bagi pencarian,” tambah Ajat.
Insiden ini terjadi Selasa sore sekitar pukul 16.45 WIB. R, yang diketahui merupakan seorang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Banjar, tiba-tiba melompat ke Sungai Citanduy.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa ada warga yang berusaha menolongnya, namun korban diduga menolak pertolongan tersebut.
“Ada laporan yang kami terima bahwa ada warga yang berusaha menolong, tapi ditolak oleh korban. Padahal, menurut beberapa sumber, korban memiliki latar belakang sebagai atlet renang,” ujar Ajat.
Hingga sore ini, pencarian masih terus berlangsung dengan metode yang telah disesuaikan dengan kondisi medan.
Tim pencari berharap korban segera ditemukan dalam kondisi apa pun.
Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan memperluas cakupan area serta mengoptimalkan peralatan yang tersedia.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban. (GaluhID/Teja)
