oleh

Hey Ridwan Saidi, Terima Kasih Atas Celotehanmu!

Hubungi
 
 

Hey Ridwan Saidi, Terima Kasih Atas Celotehanmu!

Opini, galuh.id – Kala Ciamis mendapatkan kegaduhan, ia seperti remaja labil yang sedang dalam proses pencarian jati diri sebuah Kabupaten yang telah matang ditempa sejarah.

Seakan dalam proses pencarian jati diri tersebut, tetiba kegaduhan lahir saat budayawan Betawi, mantan politisi, yang juga sering dikenal sebagai sejarawan, Ridwan Saidi, menyebut di Ciamis tidak ada kerajaan, dan Galuh artinya brutal.

Loading...

Saidi mengungkapkan argumennya dalam sebuah perbincangan dengan Vasco Ruseimy dan ditayangkan melalui channel YouTube ‘Macan Idealis’ tanggal 12 Februari 2020 lalu.

Usai pernyataan tersebut, Saidi mendapat berbagai kecaman dan desakan untuk meminta maaf. Bahkan, Bupati Ciamis H.Herdiat Sunarya akan melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib.

Meskipun sudah meminta maaf, namun Saidi tetap bersikukuh tak akan menarik pernyataannya terkait Galuh. Pria gaek yang kerap dipanggil Babe Saidi ini menyebut istilah Galuh berasal dari kamus bahasa Armenia.

Babe Saidi juga menegaskan dirinya siap jika diundang oleh masyarakat Ciamis untuk membuktikan ucapannya.

Lantas sejauh ini, bagaimana sikap dan kenyataan yang dirasakan oleh Pemerintah Daerah dan Masyarakat Ciamis?

Gelar Usik Galuh

Baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Ciamis menggelar diskusi Gelar Usik Galuh (Silaturahmi Nanjeurkeun Galuh) di Gedung Aula Rd Kusumadiningrat, Ciamis, Kamis (20/2/2020) lalu.

Kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut dan respons atas kontroversi yang dilontarkan oleh Saidi soal tidak adanya kerajaan Galuh. Acara ini pun bahkan disiarkan secara live streaming melalui akun YouTube Humas Ciamis.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pasca Sarjana Unigal tersebut ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap: meminta Babe Saidi datang ke Ciamis tanpa diundang untuk membuktikan omongannya.

Pada pertemuan yang dihadiri sekitar 100 orang tersebut juga mendesak DPRD dan Pemkab Ciamis untuk bersikap. Tentunya ketika nama besar Galuh dilecehkan, ketika harga diri Ciamis dijatuhkan.

Yah, pernyataan kontroversial yang dikatakan oleh Babe Saidi ini memang kadang diperlukan sebagai bunga-bunga dalam kehidupan bermasyarakat dan gerakan melek terhadap kebudayaan.

Dari pernyataan kontroversialnya itu juga mampu menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat Kabupaten Ciamis. Hal itu untuk menilai seberapa jauh mereka mencintai daerahnya sendiri.

Dan yang paling penting dari pernyataan kontroversial Ridwan Saidi tersebut, adalah penolong bagi wartawan dan media lokal Ciamis (termasuk Galuh ID) yang memang selalu memerlukan isu-isu yang kontroversi dan layak jual.

Meski hanya dari satu pernyataan kontroversi , Babe Saidi sanggup memberikannya dalam dosis tinggi, dan cuma-cuma.

Terima kasih, Babe Saidi. (GaluhID/Dhi)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA