Minggu, 1 Agustus 2021
Minggu, 1 Agustus 2021
BJB

Hindari Penyekatan, Pemudik Pakai Jalur Air Lintas Sungai Citanduy

Berita Ciamis, galuh.id – Menghindari penyekatan, pemudik menggunakan jalur air Sungai Citanduy di Lakbok Ciamis sebagai perlintasan mudik Jabar-Jateng.

Kasi Pelayanan Desa Sidaharja Lakbok, Maman Suparman, mengatakan memang ada jalur mudik yang melintasi Sungai Citanduy.

“Bukan hanya 1 titik. Tapi ada 5 titik dengan 5 perahu kecil (getek). Pemiliknya grup-grup atau koperasi,” ucapnya.

Maman menjelaskan, penyeberangan Sungai Citanduy lebarnya rata-rata kurang lebih 50 meter.

Masyarakat dari kedua daerah, baik Kecamatan Lakbok ataupun Dusun Tarisi Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap sering menggunakannya.

Pada hari biasa saja banyak warga menggunakannya. Apalagi saat mudik jalan ada penyekatan. Lima titik jalur sungai ini tambah ramai.

“Karena beroperasinya juga sampai 24 jam. Penyeberangannya ramai,” ujarnya.

Menurutnya, jalur air ramai jadi alternatif kalau sedang mudik karena ada penyekatan jalan-jalan.

Bahkan penghasilan satu perahu dalam sehari bisa mencapai Rp 2 juta lantaran pemudik yang akan melintas banyak.

“Tahun kemarin ada larangan mudik. Jalur air selalu ramai,” ujarnya.

Pada hari-hari biasa, penghasilan perahu punya kelompok/koperasi Rp 300 ribu. Untuk mudik tahun ini akan tambah ramai dan antre.

Biasanya setelah ada penyekatan jalan baik dari Jateng atau Jabar, para pemudik mengakalinya dengan turun dari kendaraan.

Setelah itu mereka pakai jalur air. Kemudian ke darat saling kontak atau janjian lagi pakai kendaraan, jadi sifatnya estafet.

Sehingga para pemudik kata Maman, akan tetap lolos dari penyekatan polisi karena pakai jalur air.

Alasan pemudik menggunakan jalur air menurutnya karena akan lebih aman dan tidak ada razia.

Jadi, kalau jalur tikus menuju Jateng atau sebaliknya Jabar ada pengetatan. Tapi jalur air tetap aman sehingga banyak pemudik yang melintas.

Maman menambahkan, jalur air Sungai Citanduy ini tidak pernah sepi, baik dari Dusun Kedungjarian Desa Sidaharja Kecamatan Lakbok Ciamis.

“Begitu pun sebaliknya dari Jateng selalu ramai. Saling melintas pemudik selama 24 jam,” jelasnya. (GaluhID/Evi)

Artikel Lainnya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
265PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan