Jaksa Masuk Pesantren, Kajari Ciamis Sebut Santri Harus Melek Hukum

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

“Contohnya tidak menolong saat teman kita kecelakaan. Nah itu juga bagian dari pelanggaran hukum. Karena sudah membiarkan teman kita hingga menyebabkan meninggal dunia,” ujarnya.

Oleh karenanya, dengan hadirnya kejaksaan yang bekerja sama dengan setiap pesantren, bisa memberikan pemahaman terkait hal itu.

Karena menurut Soimah, pemahaman hukum tidak hanya harus disampaikan di sekolah umum saja. Tapi juga di semua lembaga pendidikan.

“Maka saya harapkan kegiatan seperti ini bisa bermanfaat dan membuat masyarakat melek hukum. Terutama para pelajar,” tutur Soimah

- Advertisement -

Selain memberikan pemahaman hukum, program Jaksa Masuk Pesantren ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi kepada para tokoh agama dan ulama yang ada di Ciamis.

Sehingga dengan eratnya hubungan silaturahmi bisa menjadikan sinergitas kejaksaan dan tokoh agama serta ulama terjalin dengan baik.

“Mudah-mudahan jalinan sinergitas yang baik ini bisa menjadi asas manfaat bagi kita semua. Terutama untuk kemajuan Kabupaten Ciamis,” pungkasnya. (GaluhID/Arul)

Editor : Evi

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Mengejutkan! Kasus Penyakit LSD Sapi di Ciamis 2026 Tercatat Nihil, Begini Strategi Antisipasi Pemkab

Dinas Peternakan dan Perikanan Ciamis melaporkan tidak ada kasus penyakit LSD sapi sepanjang 2026. Hal ini berkat program vaksinasi dan pengawasan ketat terhadap kesehatan ternak. Namun, peternak diimbau waspada terhadap potensi penularan. Kesadaran biosekuriti dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat penting untuk mempertahankan keadaan aman ini.

Artikel Terkait