Jaringan Internet Pemkot Banjar Tuai Kritik, Harganya Mahal Kualitas Buruk

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Berita Banjar, galuh.id – Seorang pemerhati pemerintah, Andi Maulana mengkritisi persoalan jaringan internet Pemkot (Pemerintah Kota) Banjar Jawa Barat.

Pasalnya, belakangan ini jaringan internet di Pemkot Banjar memiliki kualitas buruk dan sering mengalami gangguan.

Akibatnya, akses pelayanan di beberapa perkantoran pun menjadi terganggu.

“Sayang menyayangkan jaringan internet yang buruk ini. Terlebih persoalan ini pasti mengganggu pelayanan publik yang notabene menggunakan jaringan internet,” katanya, Kamis (28/3/2024).

- Advertisement -

Menurut Andi, upaya pemerintah mengembangkan sistem digital dalam akses pelayanan publik memang bagus. “Tapi seharusnya perhatikan sarana pendukungnya,” katanya.

Apalagi menurut informasi yang Andi terima, anggaran yang digelontorkan untuk memaksimalkan jaringan internet di Kota Banjar ini terbilang cukup besar.

“Saya dengar anggaran untuk jaringan internet ini cukup besar senilai Rp1,6 miliar. Tapi kualitasnya kok buruk,” ujarnya.

Saat penelusuran, Andi lebih menyayangkan lagi karena pemenang tender untuk proyek jaringan internet di Kota Banjar ini tidak memiliki fasilitas pendukung yang unggul.

- Advertisement -

“Seven Sky Net yang memenangkan proyek internet, tapi ternyata perusahaan ini belum mengcover semua jaringan di perkantoran Pemkot Banjar. Mereka masih bekerja sama dengan Biznet, sewa ke Biznet,” ucapnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Peternak Ciamis Ramai-Ramai Buru Sertifikat NKV? Ini Dampak Besarnya pada Kualitas Daging & Telur!

Kesadaran pelaku usaha di Ciamis terkait higienitas meningkat dengan melonjaknya pengajuan Sertifikat NKV Peternakan. Disnakkan mendorong peternak ayam untuk memenuhi standard higienitas demi menjamin produk ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal). Sertifikat ini penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar, termasuk ke pasar ekspor.

Artikel Terkait