Juru Parkir Liar di Kota Banjar, Mahasiswa Sebut Pemalak Berkedok Jasa

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

“Memang uang Rp2000 nggak membuat miskin, tapi itu akan membuat dia kaya tanpa ada kontribusi apapun bagi negara,” ucapnya.

Sebenarnya menurut Rio, keadaan seperti itu tidak menjadi masalah apabila mereka bekerja sebagaimana mestinya.

Namun sebagaimana ketahui bersama, bahwa Jukir liar justru sering terlihat seperti tukang malak ketibang menjajakan jasa parkir.

“Gimana nggak kayak pemalak, kita nyimpan motor dan pas mau pergi tanpa menjajakan dulu motornya, mereka tiba-tiba muncul meminta uang,” katanya.

- Advertisement -

“Padahal tempat tersebut jelas tidak mematok biaya. The way I see it, ini jelas-jelas pemalakan,” sambungnya.

Tindak Tegas Juru Parkir Liar di Kota Banjar

Rio memang tidak memungkiri nominal uang Rp2000 memang kecil.

Namun jika dalam sehari ia memarkir kendaraan di beberapa tempat, jadi lumayan besar nominalnya.

Sehingga, Rio menegaskan bahwa kondisi seperti itu jelas masalah baginya karena manfaat buat negara juga tidak.

- Advertisement -

Kemudian lanjut Rio, kalau ada yang hilang semisal helm, mereka hanya pura-pura panik dan berkata “ya mau gimana lagi”.

“Pasti bilangnya kalo ada barang yang hilang ya mau gimana lagi namanya juga musibah, pasti tuh mereka begitu,” tuturnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Berita Terbaru

Muscab VI PAN Ciamis Perkuat Konsolidasi, DPW Dorong DPC Aktif Bangun Relawan

DPC Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Ciamis mengadakan Musyawarah Cabang VI untuk konsolidasi organisasi menjelang Pemilu 2029. Ketua DPD, Drs. H. Komar Hermawan, menyatakan pentingnya kantor partai untuk meningkatkan kekompakan dan perolehan suara. Ketua Harian DPW, Ir. Herry Dermawan, menekankan perlunya ketua DPC aktif dan berani mencalonkan diri.

Artikel Terkait