oleh

Kalah dari Lampung Sakti, Manajemen PSGC: “Jangan Hujat Kami!”

Hubungi
 
 

Galuh ID – Skuad PSGC Ciamis menjalani debut pertama di putaran kedua liga 3 Indonesia babak nasional melawan Lampung Sakti di Stadion Sumpah Pemuda Lampung pada Minggu sore (26/08/2018).

Dengan modal posisi kedua di akhir klaseme pada putaran pertama, PSGC datang ke Lampung dengan 15 orang pemain. Skuad yang diasuh Heri Rafni Kotari ini tampil maksimal. Cuaca yang diperkirakan panas menyengat ternyata hanya dugaan semata, kondisi stadion sumpah pemuda yang terlihat adem menjadi pelecut para skuad yang dijuluki Laskar Singa Cala untuk bermain maksimal.

Loading...

Dukungan dari beberapa kelompok suporter dan kalangan lain yang hadir secara langsung ke Lampung menjadi motivasi sendiri bagi para pemain. 1.433 penonton yang datang langsung tak membuat gentar pasukan asuhan HRK ini. Pemain yang diturunkan pada pertandingan kali ini tak banyak berubah, hanya terlihat dari penjaga gawang yang biasanya diisi Yogi, kali ini kiper asal Garut yang menjaga mistar gawang PSGC Ciamis.

Tetapi pertandingan baru berjalan 2 menit setelah kick off babak pertama dibunyikan, nasib sial menimpa PSGC Ciamis yang harus rela kebobolan cepat. Babak pertama PSGC sebenarnya mempunyai 3 peluang emas dari seorang Ganjar Kurniawan. Namun keberuntungan nampaknya belum ada untuk Laskar Galuh.

Pada jalannya pertandingan babak kedua, PSGC tak mampu berbuat banyak. Lampung Sakti justru makin mengungguli PSGC dengan 2 gol cantik dan 1 gol tendangan pinalti. Restu dan Ahmad Ikhwan masing-masing mencetak 2 gol. Hingga akhir pertandingan selesai skor telak untuk kemenangan skuad Lampung Sakti 4 – 0.

Walaupun menang dengan skor telak Pelatih Kepala Lampung Sakti mengatakan jika dirinya belum puas dengan performa pemain.

“Masih banyak peluang yang gagal menjadi gol, pemain juga terlihat masih mencari teman ketika ingin mengoper bola,” ungkap pelatih yang menggantikan Nova Arianto ini.

Sementara itu Ayi Daud, asisten pelatih PSGC Ciamis pada konferensi pers usai pertandingan mengatakan jika timnya turun performanya pada babak kedua setelah Lampung Sakti mendapat hadiah finalti. Ketika ditanya tentang faktor cuaca dan perjalanan yang jauh menuju Lampung, Ayi menjawab jika cuaca dan perjalanan yang jauh tidak berpengaruh banyak pada pemain.

“Kami akui kami datang ke sini (Lampung, red) dengan 15 pemain, karena beberapa pemain cedera tidak kita bawa. Kami datang sudah siap menang, siap kalah. Dan pada babak kedua mental pemain jatuh setelah gol finalti,” terang Ayi.

Hal menarik dikemukakan oleh Erwan Darmawan, official manajemen PSGC yang menemui suporter dari Balad Galuh yang ikut mengawal PSGC Ciamis tandang ke Lampung.

“Kami mohon maaf pada musim ini kami belum maksimal, tapi kami sama seperti kalian yang datang ke sini, kami pun kecewa dengan hasil yang kami dapat. Tapi kami mohon jangan hujat kami. Regulasi yang ada mengharuskan kami memanfaatkan pemain yang ada, setiap daerah ikut liga 3 sehingga tidak banyak pilihan pemain. Kita pun tidak bisa membeli pemain dari Liga 1 atau Liga 2 karena regulasi pemain harus dari Liga 3,” terangnya.

“Hal yang sama pernah kita alami di divisi tiga beberapa tahun yang lalu. Tapi kami bertahan sampai sekarang. Kami manajemen di sini, bertahan bukan karena politik, bukan karena uang, tidak ada itu sama sekali. Insya Alloh satu dua tahun ke depan kami bisa kembali ke posisi semula.” Pungkasnya.

(AR7 / K. Putu Latief)

loading...

Penulis : K Putu Latief

Gambar Gravatar
Menulis untuk kepuasan, mengedit untuk kebahagiaan.

Komentar

BERITA SELANJUTNYA