Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020
 
 

Laga Persebaya vs PSS Sleman Berakhir Rusuh, Sanksi Komdis Menanti?

Info Liga 1, galuh.id – Peristiwa memalukan kembali datang dari kompetisi Liga 1 2019. Kerusuhan penonton mewarnai laga antara Persebaya Surabaya menjamu PSS Sleman dalam laga pekan ke 25, di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (29/10/2019).

Pertandingan yang berjalan seru dan menarik ini berakhir dengan kerusuhan masa penonton, yakni pendukung Persebaya, setelah laga berakhir dengan kemenangan 3-2 yang diraih tim tamu PSS Sleman.

Kekalahan atas PSS membuat Persebaya Surabaya memperpanjang hasil minonya yakni gagal menang dalam enam laga terakhir. Mereka kini bertengger di posisi sembilan klasemen dengan poin 31. Dengan koleksi tujuh kali menang, 10 bermain imbang, dan delapan kali kalah.

Kerusuhan tersebut dipicu sebagai bentuk protes suporter kepada klubnya sendiri yaitu Persebaya Surabaya, awalnya hanya beberapa Bonek berlarian menghampiri para pemain Persebaya. Namun tidak hanya itu, suporter lain pun ikut terpancing dan masuk ke lapangan.

Aksi makin parah ketika sejumlah fasilitas stadion mulai papan sponsor, kursi, dan bangku cadangan pemain jadi sasaran mereka. Tak hanya itu, Bonek juga sempat menyulut kobaran api di sejumlah titik di pinggir lapangan dan tribun stadion.

Pihak keamanan yang coba menenangkan situasi tak bisa berbuat apa-apa. Upaya itu tak membuahkan hasil. Sementara pemain kedua tim dan perangkat pertandingan berhasil menyelamatkan diri.

Gelagat kekecewaan Bonek nampak sejak awal pertandingan. Banyak spanduk bernada protes dibentangkan di stadion. Hal ini disebabkan karena Persebaya menunjukkan performa yang menurun di beberapa laga terakhir Liga 1 2019.

Kondisi seperti ini mengingat laga sebelumnya di Liga 2 yang mempertemukan PSIM Yogyakarta vs Persis Solo yang berakhir rusuh dan mendapatkan sanksi berat dari Komdis PSSI.

Hal ini bisa saja membuat Persebaya terancam sanksi berat pula. Bahkan, bukan tak mungkin bakal melakoni laga usiran. Perihal itu, manajemen berharap tidak sampai terjadi.

”Kami nggak berharap seperti itu. Kami ingin bisa main di sini (GBT). Bangkit di sini juga. Tapi kembali lagi, sanksi kan jadi domainnya PSSI, kami tunggu saja pekan depan,” kata Nanang Prianto, Media Officer Persebaya, seperti melansir dari laman jawa pos. (GaluhID/Dhi)

Loading...
loading...

Artikel Terkait

PSSI Akan Terbitkan SK Liga 1, 2 dan 3, Seperti Apa Isinya?

Berita Olahraga, galuh.id - PSSI akan segera menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai kelanjutan Liga 1, 2 dan 3 musim 2020.

Pelatih Persib Ingatkan Agar Pemain dan Staf Tetap Waspada di Masa Pandemi Covid-19

Berita Persib, galuh.id - Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts mengingatkan pemain dan staf tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi.

Shin Tae-yong Bernyanyi, Ada Apa Dengan PSSI?

Berita Olahraga, galuh.id - Perbedaan pendapat soal pemusatan latihan Timnas Indonesia antara pelatih Shin Tae-yong dan PSSI memunculkan kabar tak sedap.

Temukan Kami

49,360FansSuka
185PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning Batal Tayang, Ini Alasannya

Rurouni Kenshin The Final dan The Beginning batal tayang. Dua film sekuel live action terbaru dari petualangan Himura Batousai ini tak jadi...

MPLS SMA/SMK Tahun Ajaran Baru 2020 di Jabar Dilaksanakan Secara Online

Berita Jabar, galuh.id - Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA/SMK tahun ajaran baru 2020 di Jawa Barat (Jabar) dilaksanakan secara online.

Inter Vs Torino: Menang 3-1, Nerrazurri Menyodok ke Posisi Kedua Klasemen

Berita Olahraga, galuh.id - Inter Vs Torino merupakan Laga yang menjadi rangkaian pertandingan penutup di pekan ke-32 Liga Italia.

Tiga Rumus Pariwisata Jabar Aman Beroperasi di Masa AKB

Berita Jabar, galuh.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menerangkan tiga rumus agar pariwisata Jabar aman untuk beroperasi kembali di masa...

Tidak Pakai Masker di Jabar Akan Dikenakan Denda Rp 100-150 Ribu

Berita Jabar, galuh.id - Tidak pakai masker di Jabar akan dikenakan denda sebesar Rp. 100 ribu sampai dengan Rp. 150 ribu.