Ciamis, galuh.id – PSGC Ciamis resmi mendatangkan legenda kiper Timnas Indonesia, Eddy Harto, untuk menangani sektor penjaga gawang menghadapi kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027.
Kehadiran Eddy Harto sekaligus memastikan I Made Wirawan tidak menjadi pelatih kepala kiper PSGC Ciamis untuk musim ini.
Eddy Harto merupakan mantan kiper Timnas Indonesia yang memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola. Ia pertama kali masuk skuad Timnas Indonesia pada 1983 saat SEA Games di Malaysia, meski kala itu masih berstatus sebagai kiper cadangan.
Kariernya bersama Timnas kemudian berlanjut hingga menjadi bagian dari skuad yang berhasil meraih medali emas SEA Games 1991.
Sebelum bergabung dengan PSGC Ciamis, Eddy Harto tercatat menangani sektor penjaga gawang Persis Solo selama lima musim. Kontraknya bersama klub tersebut berakhir pada akhir Mei 2026.
Eddy mengaku bersyukur mendapat kepercayaan dari manajemen PSGC Ciamis. Ia berharap kehadirannya dapat membantu Laskar Galuh memenuhi target yang telah ditetapkan manajemen.
“Seperti biasa saya rutin melatih di klub lain. Saya juga berterima kasih sudah mendapat telepon dari mereka. Saya bersyukur dan berharap manajemen bisa memenuhi target mereka. Itu yang kita harapkan,” ujar Eddy, Jumat (21/8/2026).
Eddy menyadari waktu persiapan PSGC Ciamis menuju kompetisi tergolong singkat. Sejumlah klub lain bahkan telah melakukan persiapan jauh lebih awal.
Karena itu, ia menegaskan seluruh pemain, khususnya para penjaga gawang, harus segera berada dalam kondisi siap menghadapi kompetisi.
“Harus siap. Memang waktunya mepet dan cukup singkat. Tim-tim lain juga sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari,” katanya.
Meski persiapan terbilang singkat, Eddy tetap optimistis. Menurutnya, PSGC memiliki jajaran pelatih berpengalaman yang dapat membantu mempercepat proses persiapan tim.
“Saya yakin dengan adanya pelatih-pelatih di sini yang punya pengalaman, seperti Coach Eka (Eka Ramdani), Coach Boy (Boy Jati Asmara), Coach Herry (Herry Kiswanto) mudah-mudahan bisa membantu,” ujarnya.
Saat ini PSGC Ciamis telah memiliki tiga penjaga gawang. Namun, Eddy berharap manajemen masih dapat mendatangkan satu kiper tambahan untuk meningkatkan persaingan di posisi tersebut.
“Saya juga berharap satu lagi ada. Mudah-mudahan manajemen setuju,” ucapnya.
Terkait tiga kiper yang sudah bergabung, Eddy mengaku belum mengetahui secara pasti status kontrak mereka karena dirinya baru bergabung dan belum banyak berkomunikasi dengan manajemen.
“Saya datang, kipernya sudah ada. Saya juga belum tahu sudah dikontrak atau belum. Apa pun itu, saya harus terima dan saya harus siapkan,” tutur Eddy.
Eddy juga mengungkapkan sempat memiliki beberapa kandidat kiper yang ingin dibawanya ke klub barunya. Namun, proses kepindahannya ke PSGC yang berlangsung cukup terlambat membuat para pemain incarannya lebih dulu bergabung dengan klub lain.
“Karena saya kemari, sebenarnya saya juga terlambat untuk merekrut mereka. Sudah diambil klub-klub lain,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Eddy mengaku harus membangun kembali sektor penjaga gawang PSGC dari awal. Kendati demikian, ia optimistis ketiga kiper yang ada saat ini telah memiliki dasar latihan karena sebelumnya sudah ditangani pelatih lain.
Pengalaman panjang Eddy Harto bersama Timnas Indonesia menjadi modal penting bagi PSGC Ciamis. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas sektor penjaga gawang sekaligus membantu Laskar Galuh menghadapi ketatnya persaingan Liga 2 Pegadaian Championship 2026/2027.
“Dari nol. Tapi saya yakin, sebelum ada saya di sini mereka juga sudah berlatih dengan pelatih-pelatih lain. Tinggal nanti saya lihat apa yang masih kurang dan harus diperbaiki,” katanya.
(GaluhID/Tegar)
