oleh

Liga 2 Grup Barat, Persita Tangerang Curi Poin di Kandang PSGC Ciamis

 
 

Berita PSGC, galuh.id– Persita Tangerang berhasil mencuri poin dari PSGC Ciamis pada pertandingan Liga 2 Grup Barat di Stadion Galuh, Minggu (23/6/2019).

Derbi Ungu antara Laskar Galuh melawan Pendekar Cisadane berakhir dengan skor 0-1 untuk kemenangan Pendekar Cisadane.

Babak pertama Joko Sasongko, bomber PSGC sebenarnya sempat mendapat peluang emas pada menit ke-12, gawang lepas dari pengawasan Annas Fitranto, kiper Persita.

Namun pemain bernomor punggung 10 ini tak mampu mencetak gol. Sampai babak pertama usai, skor masih 0-0.

Sementara babak kedua peluang terus didapat oleh kedua tim. Budiawan sempat keluar dan digantikan Ganjar Kurniawan. Daya gedor PSGC mulai meningkat.

Sayangnya pada akhir babak kedua, Sirvia Arfani, pemain bernomor punggung 29 Persita Tangerang, lepas dari pengawasan lini belakang PSGC. Gol tercipta lewat tendangan Sirvia, setelah berhasil melewati kemelut di depan gawang yang dijaga Ali Barkah dari PSGC Ciamis.

Pada konferensi pers pasca pertandingan Herrie ‘Jose’ Setiawan masih mengapresiasi timnya, walau PSGC harus kehilangan poin di kandang sendiri.

“Kita belum dikasih keberuntungan, kita tahu Persita, kita juga tetap tadi banyak menciptakan peluang, namun Persita lebih beruntung,” kata Jose.

Jose berjanji akan terus mengevaluasi permainan timnya, termasuk performa Joko Sasongko, sang bomber yang pada pertandingan sore ini gagal mengeksekusi beberapa kesempatan.

“Masih panjang perjalanan kita, masih banyak pertandingan yang akan kita lalui. Semua berpulang pada Allah SWT, kita belum dikasih keberuntungan,” pungkasnya.

Sementara Widodo C. Putra, pelatih Persita Tangerang, mengatakan kemenangan Persita di kandang lawan merupakan izin dari Yang Maha Kuasa dan juga kerja keras pemain.

“Tuhan izinkan kami curi poin” katanya.

Widodo juga menyemangati kawan lamanya Herrie ‘Jose’ Setiawan yang diakuinya pernah bersama-sama membela Timnas tahun 1991.

“Juga kepada Jose teman dekat saya, yang sama-sama tahun 1991 pernah bermain bersama, tetap semangat. Bisa dibilang kami ada keterikatan batin. Ke depan sepakbola Indonesia semoga bisa lebih maju lagi,” pungkasnya. (galuh.id/Ndu)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA