Mahasiswa KKN Unigal Desa Selacai Lakukan Aksi Hijau untuk Lestarikan Situs Jangraga

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh melaksanakan aksi hijau berupa penanaman pohon di kawasan Situs Jangraga, Dusun Ciawitali, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Kamis (21/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bertajuk Pelestarian Situs Jangraga yang bertujuan menjaga kelestarian budaya. Sekaligus melestarikan lingkungan sekitar situs bersejarah tersebut.

Koordinator Desa (Kordes) Selacai KKN Unigal, Muhammad Faqih Abdillah, mengatakan kegiatan aksi hijau ini melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari Kuncen, BPD, Bhabinkamtibmas, Kepala Dusun, perangkat desa hingga mahasiswa KKN.

“Kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga warisan budaya leluhur sekaligus menghijaukan kembali lingkungan sekitar situs. Dengan gotong royong, Situs Jangraga dapat terus terjaga dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Faqih.

- Advertisement -

Sementara itu Engkus selaku Kuncen Situs Jangraga, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian situs yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi bagi masyarakat setempat.

“Situs Jangraga ini bukan hanya peninggalan leluhur, tetapi juga identitas bagi masyarakat Desa Selacai. Dengan adanya kegiatan mahasiswa dan dukungan warga, kami berharap situs ini tetap terawat dan bisa menjadi warisan yang membanggakan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan masyarakat berharap keberadaan Situs Jangraga tidak hanya terkenal sebagai situs sejarah. Tetapi juga sebagai kawasan hijau yang bermanfaat secara ekologis dan edukatif. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Sehari, Damkar Banjarsari Ciamis Tangani Dua Kebakaran Lahan di Lokasi Berbeda

Pos Pemadam Kebakaran Banjarsari di Ciamis, Jawa Barat, menangani dua kebakaran lahan pada Rabu, 16 September 2026. Kebakaran pertama terjadi di Dusun Talang Banteng dan yang kedua di Dusun Cimentek. Api diduga berasal dari pembakaran yang dilakukan oleh seseorang dengan gangguan jiwa. Petugas berhasil mengendalikan api sebelum merembet ke permukiman.

Artikel Terkait