Mahasiswa KKN UNIGAL Observasi di Desa Cipaku, Siapkan Program Kebutuhan Masyarakat dan Potensi Lokal

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Mahasiswa Universitas Galuh (UNIGAL) Ciamis yang melaksanakan KKN memulai pengabdiannya dengan melakukan observasi langsung ke Kantor Desa Cipaku pada Kamis (31/07/2025).

Observasi ini untuk mengenali kebutuhan dan potensi masyarakat, sebagai dasar dalam merancang program kerja yang akan ditentukan sesuai kebutuhan Desa Cipaku.

Pendekatan ini menjadi ciri khas KKN UNIGAL, yang menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat serta kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosial, budaya, dan lingkungan desa.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Desa Cipaku, Tatang Hidayat, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak datang membawa program jadi.

- Advertisement -

Melainkan, mahasiswa melakukan observasi terlebih dahulu untuk memastikan program yang terlaksana benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Kami sedang melakukan pemetaan potensi dan persoalan yang ada di masyarakat. Setelah itu, baru kami tentukan program-program yang tepat dan bisa di implementasikan bersama warga,” ungkapnya.

Tatang juga menambahkan, rancangan program itu nantinya akan mengacu pada konservasi dan budaya. Sejalan dengan visi Universitas Galuh yang menjunjung tinggi kearifan lokal dan pembangunan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Desa Cipaku, Juhana menyambut baik metode pendekatan mahasiswa KKN UNIGAL. Ia berharap program-program tersebut hasilnya nanti benar-benar sesuai dengan kebutuhan warganya.

- Advertisement -

“Kami mendukung penuh mahasiswa UNIGAL melaksanakan KKN di desa. Harapan kami, setelah observasi ini akan lahir program-program yang membumi dan bermanfaat,” ujarnya. (GaluhID/Tegar)

Editor: Evi

- Advertisement -
Berita Terbaru

Dari Mess Pemda ke Hotel Singacala, Strategi Baru Pemkab Ciamis Genjot Pendapatan Daerah

Pemerintah Kabupaten Ciamis telah mengubah Mess Pemda menjadi Hotel Singacala Ciamis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah di tengah defisit fiskal. Bupati Herdiat Sunarya menekankan pentingnya pengelolaan profesional dan berorientasi pada pendapatan. Hotel ini memiliki 22 kamar dengan tarif terjangkau, diharapkan dapat menarik tamu serta memberikan manfaat bagi daerah.

Artikel Terkait