Sekolah Maung Tahun Pertama, SMAN 1 Ciamis Sampaikan Sejumlah Kebutuhan kepada DPRD Jabar

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Ciamis, Rabu (29/7/2026), untuk mengevaluasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 sekaligus meninjau kesiapan sekolah yang kini menyandang status sebagai Sekolah Maung.

Rombongan diterima Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XIII, Dwi Yanti Ningrum, bersama Kepala SMAN 1 Ciamis Noor Rahmawati dan jajaran sekolah. Dalam pertemuan tersebut dipaparkan perkembangan implementasi program Sekolah Maung beserta sejumlah tantangan yang masih dihadapi, khususnya terkait sarana dan prasarana.

Kepala KCD Pendidikan Wilayah XIII, Dwi Yanti Ningrum, menyampaikan apresiasi atas perhatian Komisi V DPRD Jawa Barat terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Ciamis. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi dorongan bagi sekolah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.

“Kami merasa terhormat atas kunjungan Komisi V DPRD Jawa Barat. Semoga masukan dan pembinaan yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi SMAN 1 Ciamis untuk terus berkembang sebagai Sekolah Maung yang mampu mencetak lulusan unggul, baik dari sisi akademik maupun karakter,” ujarnya.

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Ciamis, Noor Rahmawati, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan kunjungan tersebut untuk memaparkan perkembangan pelaksanaan Sekolah Maung sejak proses SPMB, masa pengenalan lingkungan sekolah, hingga pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Menurut Noor, SMAN 1 Ciamis menerapkan konsep Full Day Plus, dengan kegiatan pembelajaran berlangsung setiap Senin hingga Jumat pukul 06.30–17.00 WIB. Sementara pada hari Sabtu, sekolah melaksanakan Saturday Program, yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan, seperti olahraga maupun keagamaan.

“Saat ini kami memiliki 27 rombongan belajar dengan sistem pendampingan yang lebih intensif. Selain itu, sekolah juga tengah menyiapkan program Immersion Camp yang direncanakan berlangsung dua kali setiap semester sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik,” jelasnya.

Meski demikian, Noor mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu dipenuhi agar program Sekolah Maung dapat berjalan optimal.

- Advertisement -

“Karena ini merupakan tahun pertama pelaksanaan, tentu masih ada berbagai penyesuaian. Kami masih membutuhkan peningkatan fasilitas, terutama sarana olahraga dan laboratorium komputer yang saat ini belum sepenuhnya memadai. Harapannya, melalui kunjungan ini aspirasi sekolah dapat menjadi perhatian,” ungkapnya.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Rafni Kotari, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan SMAN 1 Ciamis dalam menjalankan program Sekolah Maung, termasuk dari aspek kualitas sumber daya manusia maupun kelengkapan fasilitas pendukung.

“Sebagai wakil dari daerah pemilihan ini, saya ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Dari hasil peninjauan, kualitas sumber daya manusianya sudah sangat baik. Namun, masih ada sejumlah kebutuhan sarana dan prasarana yang harus segera dipenuhi agar program ini berjalan maksimal,” katanya.

Menurut Heri, status sebagai Sekolah Maung harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai sehingga mampu mendukung terciptanya pendidikan berkualitas.

“Kalau sudah menyandang predikat Sekolah Maung, tentu kualitasnya harus lebih baik. Karena itu, kebutuhan ruang belajar, laboratorium, fasilitas olahraga, hingga dukungan anggaran untuk pendidikan karakter akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar menjadi perhatian bersama,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

KMS CERDAS Diluncurkan, Bapperida Ciamis Bangun Budaya Berbagi Pengetahuan Antar ASN

Bapperida Kabupaten Ciamis meluncurkan KMS CERDAS, sebuah platform digital untuk pengelolaan pengetahuan dan kebijakan berbasis data. Peluncuran dihadiri berbagai pejabat dan bertujuan memperkuat tata kelola serta kolaborasi antarinstansi. KMS CERDAS diharapkan mendukung efisiensi pencarian data dan mendokumentasikan pengalaman, serta membangun budaya berbagi pengetahuan di kalangan ASN.

Artikel Terkait