Minggu, 25 Juli 2021
Minggu, 25 Juli 2021
BJB

Maksimalkan PPKM Darurat, Satgas Ciamis Diimbau Pantau Posko Desa

spot_img

Berita Ciamis, galuh.id – Wabup Ciamis Yana D Putra mengimbau tim Satgas Covid-19 memantau posko-posko desa agar pelaksanaan PPKM darurat berjalan maksimal.

Demikian hal tersebut ia sampaikan saat mengikuti rapat evaluasi yang berlangsung di Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Ciamis, Jumat (9/7/2021).

Dalam kesempatan itu, Yana mengungkapkan harapannya agar penerapan PPKM darurat di Ciamis dapat benar-benar berjalan baik sesuai cita-cita.

“Tujuh hari PPKM darurat ini sudah terlaksana. Saya berharap di sisa-sisa waktu pelaksanannya, bisa terus berjalan baik sesuai dengan harapan,” ucap Yana.

Ia menerangkan, substansi dari pelaksanaan PPKM ialah memberikan kesadaran pada masyarakat. Sehingga protokol kesehatan benar-benar dapat terlaksana.

Oleh karenanya, Yana mengimbau agar tim Satgas Covid-19 senantiasa memantau posko-posko yang ada di desa. Tujuannya supaya pelaksanaan PPKM berjalan maksimal.

Selain itu, ia menyampaikan hingga saat ini tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan berada di angka 83,6 persen.

“Kita ingin kasus Covid-19 di Ciamis bisa turun secara menyeluruh pasca PPKM darurat,” ucapnya.

Terkait ketersediaan oksigen, Yana menjelaskan berdasarkan laporan Disperindag sampai saat ini sudah mulai tercukupi, walaupun belum maksimal.

Setiap harinya, kebutuhan oksigen di Kabupaten Ciamis pada kisaran 70 sampai 120 tabung.

Kabid Yankes Dinkes Ciamis, dr. Eni Rochaeni, menambahkan keberhasilan penanganan Covid-19 tak terlepas dari pelaksanaan 3T, 5M dan juga percepatan vaksinasi.

Guna penguatan di hulu, pihaknya pun telah mengambil langkah strategi dengan penilaian 5M. Tujuannya untuk mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat.

Eni menerangkan, berdasarkan data dari aplikasi, tingkat kepatuhan masyarakat di bidang tranportasi sebesar 81 persen, pusat pembelanjaan 88 persen.

Kemudian kepatuhan di tempat ibadah 83 persen, pabrik 88 persen dan restoran 91 persen.

Dengan adanya data-data tersebut, lanjut Eni, nantinya bisa melihat daerah-daerah atau kecamatan dengan kepatuhan yang rendah.

“Sehingga pengawasan terhadap daerah tersebut dapat lebih ditingkatkan,” jelasnya. (GaluhID/Evi)

Artikel Lainnya

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
263PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan