Ciamis, galuh.id – Aksi nekat maling kotak amal masjid di Banjarsari Ciamis terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) saat menggasak uang tunai jamaah pada Jumat dini hari, 10 Juli 2026. Peristiwa kriminal yang menimpa Masjid At-Toah di Dusun Ciherang ini langsung menggegerkan warga setempat setelah potongan videonya tersebar luas di media sosial.
Pengurus tempat ibadah tersebut baru menyadari adanya pembobolan ketika bersiap menyelenggarakan ibadah Salat Jumat. Keadaan di sekitar lokasi kejadian awalnya tampak aman, namun kecurigaan muncul saat kondisi isi kotak terlihat kosong melompong secara tidak wajar.
Kronologi Aksi Maling Kotak Amal Masjid di Banjarsari Ciamis
Berdasarkan data rekaman kamera pengawas digital, insiden memprihatinkan tersebut berlangsung tepat pada pukul 01.35 WIB. Suasana lingkungan sekitar dusun saat itu sudah sangat sepi, sehingga memberikan keleluasaan bagi pelaku untuk melancarkan niat jahatnya.
Ketua DKM Masjid At-Toah, Wawan, membenarkan bahwa insiden penjarahan itu menimpa fasilitas rumah ibadah yang dikelolanya. Beliau memaparkan bahwa pelaku penjarahan tampaknya sudah sangat terlatih dan memahami situasi sudut ruang masjid.
“Benar, telah terjadi pencurian di masjid kami,” ungkap Wawan saat memberikan keterangan kepada awak media sabtu pagi. Menurutnya, maling kotak amal masjid di Banjarsari Ciamis tersebut sengaja mengincar uang tunai jamaah yang terkumpul selama sepekan terakhir.
Modus Pelaku Menggunakan Alat Khusus
Ada hal unik sekaligus meresahkan terkait cara kerja yang diterapkan oleh oknum kriminal bersweter hitam tersebut. Pelaku diketahui tidak merusak struktur luar maupun memecahkan kaca wadah penyimpanan uang tersebut secara kasar.
Di sisi lain, mekanisme pengamanan yang diterapkan oleh pihak DKM sebenarnya sudah tergolong cukup ketat dan berlapis. Kotak kayu tempat menyimpan uang tersebut tetap berada di posisi semula karena dalam kondisi digembok serta dirantai besi ke tiang bangunan.
Oleh karena itu, maling kotak amal masjid di Banjarsari Ciamis ini diduga kuat memanfaatkan alat pancing khusus yang fleksibel. Alat pencongkel tersebut dimasukkan secara perlahan melalui celah sempit bagian atas penutup kotak untuk menarik lembaran uang satu demi satu.
“Yang diambil hanya uangnya saja. Kotak amalnya tidak dibawa karena digembok dan dirantai,” jelas Wawan dengan nada kecewa yang mendalam. Akibat taktik licik tersebut, sarana fisik kotak penyimpanan sama sekali tidak mengalami kerusakan luar yang berarti.
Ciri-Ciri Pelaku Berdasarkan Rekaman CCTV
Jejak digital tindakan pelanggaran hukum ini sekarang telah beredar luas melalui berbagai grup percakapan WhatsApp masyarakat Priangan Timur. Melalui rekaman video berdurasi singkat tersebut, masyarakat dapat mengidentifikasi postur tubuh dan karakteristik fisik sang pencuri secara jelas.
Tayangan visual memperlihatkan seorang pria dewasa bersweter hitam dan mengenakan celana santai di bawah lutut masuk tanpa izin. Karakteristik fisik maling kotak amal masjid di Banjarsari Ciamis ini bertubuh sedang, berkulit sawo matang, berkumis tebal, serta memiliki jenggot.
Selain itu, pelaku yang memangkas rambut hitamnya dengan potongan pendek tersebut tampak sangat tenang ketika menguras isi tabungan masjid. Gerakan tubuhnya yang efisien mengindikasikan bahwa ia mungkin pernah melakukan perbuatan serupa di lokasi yang berbeda sebelumnya.
Kerugian Materiil dan Respon Pihak Berwajib
Hingga laporan berkala ini diturunkan oleh redaksi, total nominal kerugian finansial yang dialami pihak DKM masih dihitung secara rinci. Pengurus masih mengumpulkan catatan infak harian untuk mengestimasi jumlah saldo tunai yang raib dibawa kabur.
Meskipun demikian, perkiraan sementara menyebutkan bahwa nominal yang hilang mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Kejadian maling kotak amal masjid di Banjarsari Ciamis ini tentu memicu kemarahan publik, khususnya para donatur tetap yang rutin bersedekah.
Sementara itu, tokoh masyarakat desa setempat mengimbau kepada seluruh pengelola rumah ibadah lain agar meningkatkan kewaspadaan dini. Penambahan sistem kunci ganda eksternal dan pencahayaan area luar ruangan dinilai menjadi solusi preventif yang cukup mendesak saat ini.
Pihak keamanan lingkungan juga disarankan untuk mulai mengaktifkan kembali ronda malam secara berkala di titik-titik rawan kriminalitas. Langkah kolektif ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan spesialis fasilitas umum.
Harapan Warga Agar Pelaku Segera Ditangkap
Pihak pengurus DKM bersama warga Dusun Ciherang kabarnya akan segera menyerahkan bukti video rekaman CCTV ini kepada aparat kepolisian terdekat. Mereka berharap aparat penegak hukum dapat segera bertindak cepat mengamankan oknum pria misterius yang meresahkan tersebut.
Masyarakat cemas jika maling kotak amal masjid di Banjarsari Ciamis ini dibiarkan berkeliaran tanpa ada tindakan hukum yang tegas. Tanpa adanya efek jera, pelaku dikhawatirkan akan mengulangi perbuatan nista tersebut di tempat ibadah maupun lokasi publik lainnya.
“Kami sangat berharap pelaku segera tertangkap agar tidak kembali beraksi,” pungkas Wawan menutup pembicaraan dengan penuh harap. Penangkapan pelaku dinilai sangat krusial guna mengembalikan rasa aman dan ketenteraman warga Kecamatan Banjarsari secara menyeluruh. (GaluhID/Uus)
