oleh

Mengharukan, KPM PKH Ciamis Langsung Mengundurkan Diri Saat Sosialisasi

 
 

Cijeungjing, galuh.id – Memberi tidak harus menunggu kaya, tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah, itulah yang tertanam pada 4 KPM PKH Kecamatan Cijeungjing yang mengundurkan diri secara spontan.

Kejadian yang mengharukan tersebut terjadi saat kegiatan Sosialisasi Penyesuaian Indeks Bansos PKH Tahap 4 Tahun 2019 di aula Kantor Kecamatan Cijeungjing, Kamis (10/10/2019).

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasubag Perencanaan dan Keuangan Kecamatan Cijeungjing, Budi Setiaman, S.P mewakili Camat yang berhalangan hadir karena tugas lain.

Sementara itu, dari PPKH Kabupaten Ciamis hadir sebagai narasumber Koordinator PKH Kabupaten Ciamis Wilayah Timur, Putri Dita Silva Kartika Astri, S.S.

Turut serta mendampingi Peksos Supervisor PKH Kabupaten Ciamis, Neni Kurnilah, S.Sos, serta Koordinator PKH Kecamatan Cijeungjing, Neneng Yuniar, S.Ag serta para pendamping PKH Kecamatan Cijeungjing.

Tidak ketinggalan undangan yang hadir dari Muspika Kecamatan Cijeungjing beserta Kasi Pelayanan dari tiap desa yang berada di wilayah Kecamatan Cijeungjing.

Sebagai peserta sosialisasi puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang mewakili dari setiap desa di Kecamatan Cijeungjing.

Pada sosialisasi tersebut Kordinator PKH Kabupaten Ciamis Wilayah Timur, Putri Dita Silva Kartika Astri, S.S, menyampaikan tentang adanya penyesuaian index bansos PKH tahap 4 Tahun 2019.

“Untuk tahap 4 ini terdapat penyesuaian jumlah bantuan PKH, sehingga akan terjadi perbedaan jumlah bantuan dengan tahap sebelumnya,” ujar Putri.

Selain menyampaikan penyesuaian, Putri memaparkan tentang hak dan kewajiban sebagai anggota PKH yang harus dilaksanakan oleh seluruh KPM PKH.

“KPM PKH harus memenuhi kewajiaban baik dari aspek pendidikan, kesehatan maupun pertemuan rutin bulanan berupa kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2),” jelasnya.

Kemudian Putri mengajak pada KPM PKH agar tidak terlena dengan bantuan PKH, serta harus menyadari bahwa bantuan PKH diperuntukkan untuk keluarga pra sejahtera.

“Sehingga Bansos ini harus dipastikan tepat sasaran, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas” jelas Putri.

Sementara itu, Peksos Supervisor PKH Kabupaten Ciamis, Neni Kurnilah, S.Sos., menambahkan, bahwa memberi itu lebih membahagiakan daripada menerima, karena tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.

“Kita harus yakin bahwa rizki Allah itu lebih luas, jadi kita tidak perlu merasa takut untuk berusaha keluar dari lingkaran kemiskinan menuju graduasi sejahtera mandiri,” jelasnya di hadapan puluhan KPM yang hadir.

Setelah paparan, kemudian Neni menanyakan pada KPM PKH yang hadir, tentang kesiapan untuk graduasi mandiri.

Tanpa disangka sebelumnya, salah seorang KPM PKH dari Dusun Cikawung Desa Bojong langsung maju ke depan dan menyatakan diri untuk mengundurkan diri dari peserta PKH.

Kemudian yang hadir kembali dikejutkan dengan menyusulnya KPM PKH dari Dusun Cimengger, Dusun Cidewa Desa Dewasari dan dari Dusun Bojongsari Desa Dewasari.

Keempat KPM ini adalah dampingan Laelasari,A.Md yang siap keluar dari peserta PKH karena selain merasa mampu, juga untuk memberi kesempatan pada yang lain.

“Alhamdulillah ekonomi saya sudah meningkat, dan saya ingin memberikan kesempatan pada yang lain,” jelas Ita dari Dusun Cikawung, Desa Bojong, mewakili 3 KPM PKH lainnya.

Suasana haru pun menyelimuti ruangan aula Kecamatan Cijeungjing, terlebih saat para KPM PKH menuturkan kesiapannya dengan menahan air mata karena haru.

“Luar biasa kami sangat terharu atas kebesaran hati ibu-ibu yang siap keluar dari zona nyaman, dan memberikan kesempatan pada yang lainnya,” ucap Koordinator PKH Kecamatan Cijeungjing Neneng Yuniar, S.Ag.

Neneng menambahkan semoga spontanitas dari ke 4 KPM PKH tersebut untuk mengundurkan diri dari peserta PKH menular pada yang lainnya, terutama yang sudah mampu secara ekonomi. (GaluhID/YP)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA