Momentum Hari Santri Nasional, Masjid Besar Al-Qausaen Banjarsari Ciamis Terima Infak Rp15 Juta Untuk Lanjutan Pembangunan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Pembangunan Masjid Besar Al-Qausaen di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, hingga kini belum rampung. Progres pembangunan masjid yang menjadi dambaan masyarakat tersebut diperkirakan baru mencapai 50 persen, dengan kebutuhan anggaran lanjutan sekitar Rp8 miliar.

Di tengah proses pembangunan, dukungan masyarakat terus mengalir. Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kecamatan Banjasari, Kamis (22/10/2026), panitia pembangunan kembali menerima bantuan infak masyarakat sebesar Rp15 juta yang dihimpun melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banjarsari.

Bantuan tersebut berasal dari infak masyarakat dalam setiap prosesi akad nikah yang difasilitasi KUA. Dana yang terkumpul kemudian diserahkan secara simbolis oleh Kepala KUA Kecamatan Banjarsari kepada panitia pembangunan Masjid Besar Al-Qausaen.

Diketahui, wilayah kerja KUA Kecamatan Banjarsari mencakup dua kecamatan, yakni Banjarsari dan Banjaranyar.

- Advertisement -

Panitia pembangunan Masjid Besar Al-Qausaen, Haji Ramli Mahmud, mengatakan dana Rp15 juta tersebut merupakan hasil pengumpulan infak dari setiap prosesi pernikahan melalui program yang diinisiasi KUA.

“Jadi, setiap prosesi pernikahan ada donasi melalui kardus infak keliling yang diinisiasi KUA,” ujar Ramli seusai mengikuti upacara HSN tingkat Kecamatan Banjarsari yang digelar di halaman Masjid Besar Al-Qausaen.

Ramli yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Ciamis itu mengapresiasi kepedulian masyarakat dan KUA dalam mendukung penyelesaian pembangunan masjid.
gera selesai.

Ia juga menyampaikan bahwa bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk pembangunan masjid tersebut dipastikan cair pada bulan depan.

- Advertisement -

“Insyaallah, bantuan Pemda Ciamis yang kesekian kalinya untuk pembangunan Masjid Besar Al-Qausaen pada bulan depan akan cair,” ungkapnya.

Menurut Ramli, meskipun pembangunan telah mencapai sekitar 50 persen, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Salah satu bagian yang menjadi perhatian utama adalah penyelesaian dua kubah kecil yang hingga kini belum rampung.

“Pembangunan masih sekitar 50 persen. Anggaran yang dibutuhkan kurang lebih Rp8 miliar lagi. Tinggal finishing, dan yang paling krusial adalah dua kubah kecil yang belum terselesaikan,” pungkasnya.

Meski belum rampung, masjid yang jadi dambaan masyarakat Banjaraari ini sudah bisa digunakan untuk beribadah.

Sementara itu, upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kecamatan Banjarsari berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut diikuti ratusan santri dari berbagai wilayah di Kecamatan Banjarsari.

Camat Banjarsari, Mujiono, bertindak sebagai pembina upacara yang digelar di halaman Masjid Besar Al-Qausaen.

Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendukung pembangunan sarana ibadah bagi masyarakat.

- Advertisement -
Berita Terbaru

Cegah Bullying di Sekolah, Disdik Ciamis Kenalkan Putri Berani

CIAMIS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ciamis mengembangkan program Putri Berani untuk memperkuat pendidikan karakter, mencegah perundungan atau bullying,...

Artikel Terkait