Monitoring Dapur Gizi di Banjarsari Ciamis, Pastikan program MBG Terus Berjalan

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Camat dan Kapolsek Banjarsari, Kabupaten Ciamis Jawa Barat mengunjungi SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) atau dapur gizi di Desa Sindangsari, Banjarsari, Senin (3/2/2025).

Selain camat dan Kapolsek, Kepala Puskesmas Banjarsari dan korwil Pendidikan tampak mengikuti kegiatan monitoring ke SPPG tersebut.

Rombongan Camat Banjarsari, disambut langsung oleh Kepala SPPG Kabupaten Ciamis Azis Ali .

Camat Banjarsari, Dedi Iwa Saputra mengatakan, monitoring ke dapur gizi merupakan salah satu upaya agar pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di kecamatan Banjarsari dapat terus berjalan dan sesuai yang ditentukan.

- Advertisement -

Menurutnya, dapur bergizi ini selalu berupaya lebih baik dalam pemenuhan gizi sesuai yang dianjurkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Alhamdulillah, hasil pengamatan terlihat lancar, tidak ada kendala. Mulai dari pengolahan hingga pendistribusian sudah bagus,” ungkap Dedi.

Baca Juga: Poktan Sadapaingan Ciamis Gelar FGD “Ngopi Bareng” untuk Dorong Kemajuan Pertanian

Kepala SPPG Kabupaten Ciamis, Azis Ali menyampaikan, setiap harinya menu yang disajikan berbeda-beda.

- Advertisement -

“Yang menentukan menu tiap harinya adalah ahli gizi. Kita tuh ada yang namanya siklus sepuluh hari. Jadi selama 10 hari itu ditentukan menu yang akan disajikan,” katanya.

“Untuk menu pada hari ini yaitu nasi, ayam suwir, tempe goreng dan tumis kacamg panjang serta wortel,” imbuhnya.

Lebih lanjut Azis mengatakan, saran dan masukan dari masyarakat agar dalam pelayanan lebih baik itu sangat diperlukan tentunya untuk perbaikan. Salah satunya mengenai cita rasa.

“Kita akan terus melakukan perbaikan. Bukan hanya asupan gizinya saja, tapi rasa juga akan kita perbaiki,” pungkasnya. (GaluhID/Uus)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Stadion Galuh Masih Banyak Kekurangan untuk Mengarungi Liga 2 Indonesia

Menjelang Liga 2 Indonesia musim 2026/2027, manajemen PSGC Ciamis fokus pada pembenahan Stadion Galuh untuk memenuhi standar club licensing FIFA dan AFC. Meskipun stadion dianggap layak, regulasi baru mengharuskan peningkatan infrastruktur, termasuk pencahayaan dan kapasitas. PSGC telah lolos evaluasi awal tanpa pengurangan poin, namun harus memenuhi persyaratan lebih lanjut. Manajemen juga mempersiapkan tim dan melakukan seleksi pemain lama serta berkomunikasi dengan pemain asing.

Artikel Terkait