CIAMIS, galuh.id – Sebuah pabrik panahan di Dusun Mekarsari RT 02/RW 01, Desa Pasirlawang, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terbakar pada Rabu (10/9/2026) sore.
Kobaran api sempat mengancam bangunan dan bahan baku yang berada di dalam pabrik.
Beruntung, warga sekitar bergerak cepat dan bergotong royong memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Komandan Piket Pos Damkar Banjarsari, Dikri Nur Dena Tama, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan dua unit mobil pemadam dengan lima personel setelah menerima laporan.
“Begitu mendapat laporan, kami langsung meluncur ke lokasi. Dua unit mobil pemadam dan lima personel langsung diterjunkan,” kata Dikri.
Menurutnya, petugas tiba di lokasi 10 menit setelah menerima laporan. Namun, saat petugas datang, kobaran api sudah berhasil dipadamkan oleh warga.
Petugas kemudian melakukan proses pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.
Dikri mengapresiasi kesigapan dan kekompakan warga dalam menangani kebakaran tersebut. Menurutnya, tindakan cepat masyarakat sangat membantu mencegah api meluas.
“Ini patut kita apresiasi. Kerja keras dan kekompakan warga membuat kebakaran tidak meluas. Ini contoh yang bagus, tidak hanya mengandalkan petugas pemadam. Ini sangat membantu sekali kami,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui oleh warga sekitar. Setelah melihat adanya api, warga kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada pemilik pabrik, Yudi Romdhani (30).
Yudi selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Pos Damkar Banjarsari. Petugas pun langsung bergerak menuju lokasi.
Dikri menyebut, berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga berasal dari tungku oven yang mengalami kebocoran. Api kemudian merembet ke bahan baku yang berada di sekitar tungku.
“Dugaan kebakarannya dari tungku oven yang mengalami kebocoran sehingga merembet ke bahan baku yang ada di sekitarnya,” jelasnya.
Tdak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara kerugian materi akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp7 juta.
Dikri menambahkan, kesigapan warga menjadi kunci dalam penanganan awal kebakaran tersebut. Sebelum armada pemadam tiba, masyarakat sudah lebih dulu berjibaku mengendalikan api sehingga kobaran tidak sempat meluas. (GaluhID/Uus)
