Galuh ID – Panu adalah infeksi jamur pada kulit yang disebabkan oleh jamur Malassezia. Kondisi ini ditandai dengan munculnya bercak putih, cokelat, atau kemerahan di kulit yang disertai rasa gatal ringan. Pada ibu hamil, perubahan hormon dan peningkatan kelembapan kulit bisa menjadi faktor pemicu munculnya panu.
Secara medis, panu tidak tergolong penyakit berbahaya, baik bagi ibu maupun janin. Namun, keberadaannya bisa mengganggu kenyamanan dan kepercayaan diri, terutama jika menyebar ke area tubuh yang terlihat seperti leher, dada, atau punggung.
Ibu hamil lebih rentan terhadap infeksi jamur karena perubahan sistem kekebalan tubuh dan peningkatan produksi keringat. Selain itu, suhu tubuh yang sedikit lebih hangat selama kehamilan juga menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur.
Meski tidak berbahaya, menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) PC Kota Bangkalan (pafipckotabangkalan.org), panu tetap perlu diobati agar tidak menyebar lebih luas. Pengobatan yang umum dilakukan adalah penggunaan krim antijamur topikal yang aman untuk ibu hamil. Namun, sebaiknya penggunaan obat, termasuk obat luar, dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau bidan.
Penting juga menjaga kebersihan tubuh, menghindari pakaian yang terlalu ketat atau lembap. Selain itu juga disarankan rutin mengganti pakaian dalam dan baju setelah berkeringat. Gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat untuk mencegah kelembapan berlebih.
Baca Juga: Diare pada Ibu Hamil, Apa Risikonya?
Secara umum, panu saat hamil bukan kondisi yang perlu dikhawatirkan secara serius, namun tetap perlu ditangani dengan benar agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman. Dengan perawatan yang tepat dan kebersihan tubuh yang terjaga, panu bisa diatasi dengan aman selama masa kehamilan. (GaluhID)
