Ciamis, galuh.id – Momen pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis periode 2026-2031 resmi dilangsungkan pada Senin (22/6/2026) di Gedung K.H. Irfan Hielmy Islamic Center.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, memimpin langsung agenda strategis ini sekaligus membuka Rapat Koordinasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Oleh karena itu, acara ini menjadi titik tolak penting bagi optimalisasi pengelolaan dana umat di masa depan.
Bupati Herdiat menegaskan bahwa tugas pengurus baru sama sekali bukanlah hal yang ringan. Selain itu, amanah dalam mengelola dana umat sangat membutuhkan tingkat kepercayaan, keikhlasan, dan profesionalisme yang tinggi.
Tanpa adanya elemen-elemen tersebut, lembaga amil zakat ini tidak akan memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan masyarakat luas.
“Perjuangan ini jelas membutuhkan pengorbanan yang tulus,” ujar Herdiat dalam sambutannya.
Selanjutnya, ia mengingatkan agar momentum pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis ini menjadi pengingat untuk terus menjaga transparansi.
Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap integritas lembaga akan semakin kuat dan terus bertumbuh.
Lebih lanjut, Herdiat membagikan kisah inspiratif mengenai kondisi keuangan lembaga pada awal masa kepemimpinannya di tahun 2019.
Pada saat itu, kas yang tersedia hanya berkisar pada angka Rp8 juta. Namun, berkat kegigihan pengurus sebelumnya, kini kondisinya telah berkembang pesat dan sangat stabil.
Di sisi lain, proses seleksi sebelum acara pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis ternyata berjalan sangat ketat dan terbuka.
Ketua Panitia Seleksi, Andang Firman Triyadi, memaparkan bahwa pendaftaran telah dimulai sejak Februari 2026. Bahkan, tahapan ini diumumkan secara luas melalui berbagai saluran media massa maupun elektronik.
Seleksi Ketat Jelang Pelantikan Pimpinan BAZNAS Ciamis
Sebanyak 14 tokoh agama dan profesional mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi yang kompetitif tersebut. Kemudian, para kandidat harus melewati dua tahapan krusial, yakni seleksi administrasi kelengkapan dokumen dan seleksi kompetensi dasar.
Oleh karena itu, hanya individu dengan rekam jejak terbaik yang dapat melaju ke tahap berikutnya.
Khususnya pada tahap kompetensi, peserta wajib menyelesaikan tes tertulis, penulisan makalah strategis, serta wawancara mendalam.
Aturan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2025. Hasilnya, proses menuju pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis benar-benar menyaring figur yang memiliki kapabilitas unggul.
Setelah itu, 10 peserta yang lolos harus menjalani verifikasi faktual secara langsung oleh BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Pada akhirnya, terpilihlah lima orang figur terbaik yang dipercaya menakhodai lembaga ini.
Langkah ketat ini memastikan bahwa jajaran kepengurusan baru memiliki legitimasi yang tak terbantahkan di mata publik.
Sementara itu, Wakil Ketua I BAZNAS Jawa Barat, Dr. H. Ijang Faisal, turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis kali ini menjadi bukti nyata kesuksesan regenerasi kepemimpinan daerah.
Bahkan, prestasi Ciamis saat ini dinilai telah melampaui standar pengelolaan zakat di tingkat nasional.
Menjadi Rujukan Asia Usai Pelantikan Pimpinan BAZNAS Ciamis
Ijang Faisal mengungkapkan fakta membanggakan bahwa sistem pengelolaan zakat di Ciamis kini menjadi rujukan hingga ke tingkat Asia.
Banyak pihak luar daerah maupun delegasi mancanegara sengaja datang untuk mempelajari strategi keberhasilan tersebut. Terlebih lagi, program-program pemberdayaan ekonomi umat di daerah ini dinilai sangat inovatif dan berdampak langsung.
“Kesuksesan ini tentu tidak lepas dari sinergi luar biasa antara pemerintah daerah, para ulama, serta muzaki,” tegas Ijang.
Sebagai contoh, kolaborasi erat dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap desa telah mempercepat alur distribusi bantuan. Oleh sebab itu, wajar jika pasca pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis, harapan publik semakin melambung tinggi.
Bukan hanya sekadar seremonial, pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis juga menetapkan susunan kepengurusan definitif yang solid.
Formasi ini dipimpin oleh Drs. H. Lili Miftah, M.BA. sebagai Ketua terpilih yang baru. Selanjutnya, posisi fungsional pendamping diisi oleh deretan akademisi dan praktisi yang sangat kompeten di bidangnya.
Untuk mendukung kinerja ketua, Dr. H. Wasdi, M.Si. ditunjuk mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I. Selain itu, Drs. H. Syarif Nurhidayat, M.Si. menduduki posisi Wakil Ketua II yang secara khusus berfokus pada distribusi.
Kolaborasi para ahli ini diproyeksikan mampu memperluas penetrasi program zakat produktif hingga ke wilayah pelosok desa.
Melengkapi struktur kelembagaan tersebut, H. Didin Saadudin AF, S.Ag., M.Si. dilantik sebagai Wakil Ketua III, serta Fuad Farhani, S.S. menjabat Wakil Ketua IV.
Formasi lengkap ini diumumkan secara transparan pada saat pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis di hadapan para pemangku kepentingan. Dengan demikian, roda organisasi siap berputar jauh lebih kencang demi kemaslahatan masyarakat.
Tantangan strategis ke depan tentu berkaitan erat dengan era digitalisasi penghimpunan zakat yang bergerak semakin masif. Namun, dengan tingginya kapabilitas jajaran pengurus baru, proses adaptasi teknologi diyakini akan berjalan mulus, cepat, dan terukur.
Di samping itu, literasi zakat bagi generasi milenial juga wajib didorong menjadi salah satu program prioritas utama.
Pada akhirnya, seluruh elemen masyarakat menaruh ekspektasi yang amat besar pada kepengurusan periode 2026-2031 ini. Mereka menuntut lembaga ini terus mempertahankan reputasinya sebagai institusi yang transparan, akuntabel, serta profesional.
Melalui momentum pelantikan pimpinan BAZNAS Ciamis ini, mari kita bersama-sama mengawal kebangkitan ekonomi umat yang jauh lebih sejahtera. (Tegar/GaluhID)
