Sabtu, 16 Oktober 2021 | 9:29
Sabtu, 16 Oktober 2021
More
    BJB

    Pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap, Ini Perkembangannya

    Berita Jabar, galuh.id – Pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap terus mengalami progres, bahkan pembangunan untuk tahap 2 sudah mulai disosialisasikan.

    Pada tahap 2 akan dibangun lanjutan dari Tasikmalaya menuju Pangandaran yang akan melintasi wilayah Ciamis.

    Hal tersebut dibahas pada acara Expose/Pra Persiapan Rencana Pengadaan Tanah Dalam Rangka Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Pangandaran di Provinsi Jawa Barat.

    Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Kamis (23/7/2020), yang dihadiri oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M.

    Baca Juga: Exit Tol Ciamis Berada di 2 Kecamatan

    Menurut Herdiat, pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap saat ini untuk pembangunan tahap 2 sudah mulai sosialisasi, dan menyampaikan wilayah yang terlewati.

    “Iya akan melintasi Ciamis melalui jalur selatan, 4 kecamatan dengan 22 desa dan 1 kelurahan akan terlewati,” jelas Herdiat.

    Untuk pembangunan jalan tol tahap 2 akan dimulai pada Tahun 2022 setelah tahap pertama selesai.

    Pemerintah menargetkan pada akhir Tahun 2020, Penentuan Lokasi (Penlok) sudah selesai, dan 2021 mulai pembebasan lahan.

    Herdiat berharap pada pembebasan lahan tersebut aman serta tidak menemukan kendala yang berarti terutama dari pemilik lahan.

    Sehingga jika pembebasan lahan lancar, pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap pada tahap 2 pun akan lancar.

    Untuk wilayah Ciamis terdapat 2.400 pemilik bidang tanah yang akan terpakai, dan melintasi 4 kecamatan di Ciamis.

    Pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap 2024 Mulai Beroperasi

    Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol tersebut, Ade Sudrajat saat menghadiri sosialisasi di Tasikmalaya menyampaikan progres pembangunan.

    “Kita terus membahas penentuan lokasi dari mulai Bandung, Soreang, Garut, Tasik, Ciamis hingga Pangandaran, penlok target selesai Desember 2020,” jelasnya.

    Sejauh ini menurut Ade, pembahasan Penenntuan Lokasi (Penlok) tidak mengalami kendala yang berarti, sehingga ditargetkan penlok selesai Desember 2020.

    Ade menyampaikan, yang paling penting pembebasan lahan, karena biasanya yang lama itu saat proses pembebasan lahannya.

    Jika pembebasan lahan yang akan dimulai pada Tahun 2021 tidak mengalami kendala, Tahun 2024 Jalan Tol Bandung-Cilacap sudah beroperasi.

    “Pembangunan mah cepat, dalam 2 tahun bisa selesai, yang lama itu biasanya proses pembebasan lahan dari masyarakat,” ujar Ade.

    Pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap terus mengalami progres, targetnya pada 2024 jalan tol sepanjang 206,6 km sudah mulai bisa digunakan.

    Sementara itu Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman terkait dengan pembebasan lahan di wilayahnya meminta kerja sama atas semua pihak.

    Saat sosialisasi Budi mengundang lurah-lurah yang wilayahnya terlintasi oleh jalan tol tersebut, selanjutnya informasi yang diperoleh agar disebarkan pada masyarakatnya.

    Lurah menurut Budi, selain membantu administrasi di wilayah kelurahannya, juga harus mulai melakukan pendekatan pada masyarakat dan administrasinya disiapkan.

    Menurut Budi saat pendekatan tersebut untuk kepentingan administrasi, yaitu harus diketahui lahan milik siapa serta statusnya seperti apa.

    Hal tersebut sangat penting untuk kepentingan proses penentuan lokasi jalur jalan tol yang akan digunakan.

    “Jadi saya minta pada lurah untuk segera memberikan informasi tentang hal ini,” jelas Budi saat menghadiri sosialisasi di Tasikmalaya.

    Seperti diketahui bersama jalan tol tersebut akan menghubungkan Gedebage, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran hingga memasuki wilayah Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

    Estimasi Biaya Pembangunan Mencapai 57 Triliun

    Jalan tol yang menghubungkan 2 provinsi sepanjang 206,6 kilometer tersebut estimasi akan menghabiskan anggaran Rp. 57 triliun.

    Untuk pembangunan di Jawa Barat dari Gedebage, Tasikmalaya, Ciamis, Pangandaran akan melintasi tujuh kabupaten/kota yang berada di Jawa Barat.

    Lahan yang harus dibebaskan sejumlah 13 ribu bidang pemilik tanah yang berada pada 32 kecamatan. Proses pembebasan lahan akan dimulai pada 2021.

    Apabila proses pembebasan lahan lancar, pembangunan jalan tol pada 2022 sudah bisa dimulai, dan target pada 2024 beroperasi bisa tercapai.

    Menurut informasi, untuk pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahunan, namun target ini bisa dicapai apabila proses pembebasan lahan tepat waktu.

    Untuk kelancaran pembangunan jalan tol, pemerintahan sampai dengan desa atau kelurahan melakukan pendekatan serta sosialisasi pada masyarakat di wilayahnya.

    Hal itu Agar pembangunan Jalan Tol Bandung-Cilacap sesuai dengan waktu yang telah direncanakan, serta membawa dampak positif pada semua pihak. (GaluhID/Ardiansyah)

    Loading...

    Temukan Kami

    47,551FansSuka
    284PengikutMengikuti
    5,000PelangganBerlangganan