CIAMIS, galuh.id – PSGC Ciamis terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027. Salah satu tahapan penting yang kini dijalani tim berjuluk Laskar Galuh adalah medical check-up (MCU) atau pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh pemain yang mengikuti seleksi.
Pemeriksaan berlangsung di Stadion Atletik Linggabuana, Kabupaten Ciamis, Senin (3/8/2026). Seluruh pemain diwajibkan menjalani serangkaian tes kesehatan sebelum memasuki program latihan intensif sekaligus penentuan skuad utama yang akan mengarungi kompetisi kasta kedua sepak bola nasional.
Pelatih Kepala PSGC Ciamis, Herry Kiswanto atau yang akrab disapa Herkis, menegaskan medical check-up merupakan prosedur wajib dalam pembentukan tim profesional.
Menurutnya, hasil pemeriksaan menjadi dasar tim pelatih untuk mengetahui kondisi riil setiap pemain sekaligus menyusun program latihan yang sesuai.
“Medical check-up ini wajib. Di setiap klub yang saya tangani selalu diawali dengan pemeriksaan kesehatan. Kami ingin mengetahui kondisi riil setiap pemain sejak awal sehingga tidak ada yang ditutupi, baik soal kebugaran maupun riwayat cedera,” ujar Herkis.
Ia menilai kemampuan teknik semata tidak cukup menjadi tolok ukur dalam menentukan pemain yang layak memperkuat PSGC. Faktor kebugaran dan kondisi kesehatan menjadi aspek penting mengingat Liga 2 memiliki intensitas pertandingan yang tinggi sepanjang musim.
“Pemain bisa saja bagus secara teknik, tetapi kalau kebugarannya kurang tentu menjadi perhatian kami. Karena itu, aspek kesehatan menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum menentukan komposisi tim,” katanya.
Dalam medical check-up tersebut, para pemain menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari kondisi fisik umum, kepadatan tulang, fungsi paru-paru, fungsi jantung, rekam aktivitas listrik jantung melalui elektrokardiogram (EKG), hingga pemeriksaan mata, telinga, dan hidung.
Tak hanya itu, pemeriksaan juga melibatkan dokter spesialis ortopedi untuk mengevaluasi kondisi tulang, sendi, otot, serta mendeteksi kemungkinan cedera lama yang berpotensi memengaruhi performa pemain selama kompetisi.
Herkis mengatakan, pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi terbaik sebelum memasuki latihan dengan intensitas yang lebih tinggi.
“Kami ingin meminimalkan risiko cedera. Kalau sejak awal ada masalah kesehatan, bisa segera ditangani. Jadi program latihan nanti benar-benar disesuaikan dengan kondisi masing-masing pemain,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil medical check-up juga menjadi bagian penting dalam proses seleksi. Tim pelatih akan memadukan hasil pemeriksaan kesehatan dengan penilaian kemampuan teknik, taktik, serta performa pemain di lapangan.
Saat ini, mayoritas peserta seleksi merupakan pemain PSGC musim lalu yang dipadukan dengan sejumlah pemain rekomendasi dari Persib. Namun, Herkis memastikan tidak ada pemain yang mendapat perlakuan istimewa.
“Tidak ada jaminan hanya karena berasal dari klub tertentu atau punya nama besar. Semua harus menunjukkan kualitas dan mengikuti skema permainan yang kami inginkan. Yang kami cari adalah pemain yang siap bekerja keras dan memberikan kemampuan terbaik untuk PSGC,” tegasnya.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya memilih pemain terbaik, tetapi juga membangun chemistry tim dalam waktu persiapan yang relatif singkat agar mampu tampil solid sejak awal kompetisi.
“Saya ingin semua pemain memiliki satu tujuan. Ketika sudah berada di PSGC, mereka harus fokus membela PSGC. Berikan kemampuan terbaik untuk klub dan masyarakat Ciamis,” ujarnya.
Usai seluruh tahapan medical check-up rampung, para pemain akan menjalani latihan perdana dan seleksi lanjutan. Herkis menargetkan kerangka utama skuad dapat terbentuk dalam waktu sekitar satu pekan sehingga tim memiliki waktu yang cukup untuk mematangkan strategi dan membangun kekompakan menjelang bergulirnya Liga 2 musim 2026/2027.
Melalui tahapan medical check-up yang komprehensif ini, manajemen dan tim pelatih berharap seluruh pemain berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap memberikan performa terbaik demi membawa PSGC Ciamis bersaing di Liga 2 musim 2026/2027. (GaluhID/Tegar)
