Selasa, 28 September 2021
Selasa, 28 September 2021

Pembukaan PKN Tingkat II LAN RI, 7 Pejabat Ciamis Jadi Peserta

Berita Ciamis, galuh.id – Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengikuti pembukaan PKN (Pelatihan Kepemimpinan Nasional) tingkat II yang LAN RI selenggarakan.

Pelaksanaan kegiatan secara terpusat dari Gedung Puslatbang PKASN LAN di Jalan Kiara Payung KM 4.7 Bumi Perkemahan Sukasari, Jatinangor.

Sementara Herdiat mengikuti secara virtual dari ruang vidcon Kantor Bupati Ciamis, Senin (7/6/2021).

Saat berkesempatan menyapa, Herdiat mengungkapkan bahwa ia pun pernah mengikuti Diklatpim II Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI pada 2008 silam.

“Saya juga alumni Diklatpim II yang saya ikuti saat masih berstatus ASN pada tahun 2008 lalu,” katanya.

Herdiat pun menerangkan, sebanyak 7 orang pejabat Kabupaten Ciamis mengikuti PKN tingkat II.

Ia berharap, dari ilmu yang mereka dapat nantinya bisa bermanfaat untuk Kabupaten Ciamis dan memberikan perubahan ke arah yang lebih baik.

Kepala Pulatbang PKASN LAN, Hari Nugra, menjelaskan, pelaksanaan PKN bertujuan untuk mengembangakan kepemimpinan pejabat pratama di setiap instansi daerahnya masing masing.

Berbagai agenda pengembangan diri ada dalam pelatihan ini. Seperti pembinaan pengembangan diri, kepemimpinan strategis dan aktualisasi kepemimpinan.

Harapannya materi tersebut mampu mensupport pengembangan kepemimpinan para pejabat dan memberikan inovasi perubahan di setiap daerahnya.

Peserta yang mengikuti PKN tingkat II berjumlah 96 orang dari berbagai daerah. Pelaksanaa kegiatan secara klasikal dengan menerapkan prokes ketat.

“Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap Hari.

Kepala LAN RI, Adi Suryanto, berharap setelah mengikuti PKN tingkat II, para peserta agar bisa memerankan sebagai pemimpin untuk membawa perubahan-perubahan.

“Kita perlu perubahan-perubahan yang lebih baik yang manfaatnya terasa oleh masyarakat,” ujarnya.

Meskipun di masa pandemi Covid-19, kegiatan pelatihan tersebut harus terlaksana secara tatap muka langsung.

Karena menurut Adi, pembelajaran terkait kepemimpinan tidak bisa tersampaikan optimal melalui virtual.

Seperti cara berhadapan dengan masyarakat, cara bicara dengan pimpinan, bawahan atau kolega.

“Kita harus memahami dan mempraktekan ilmu kita dapat nanti agar menciptakan perubahan-perubahan di daerah,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
276PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan