oleh

Pemprov Jabar Salurkan 7.900 Paket Bansos

Hubungi
 
 

Berita Jabar, galuh.id – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jabar salurkan hingga saat ini telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1,2 triliun untuk penanggulangan bencana wabah virus Corona.

Anggaran tersebut digunakan untuk bantuan sosial (bansos), pengadaan alat kesehatan, serta anggaran gugus tugas.

Untuk bansos, Pemprov Jabar salurkan sekitar 7.900 paket bantuan bagi warga terdampak Covid-19 di seluruh Jabar.

Paket bansos senilai Rp 500 ribu dari pemprov Jabar merupakan salah satu dari 9 pintu pertolongan yang dikeluarkan pemerintah untuk warga terdampak pandemi Corona.

Sembilan pintu itu adalah Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bantuan sosial (bansos) dari presiden untuk perantau di Jabodetabek.

Selain itu, ada juga bantuan Dana Desa (bagi kabupaten), Kartu Pra Kerja, bantuan tunai dari Kemensos, bansos provinsi, serta bansos dari kabupaten/kota.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, paket bantuan tersebut sudah disalurkan ke sebanyak 12 ribu KK (Kartu Keluarga). Sementara yang dikembalikan ada 900 paket.

“Mayoritas bansos sudah banyak diterima atau 99 persen yang menerima dengan baik,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate Kota Bandung, Senin (27/4/20).

Kang Emil mengatakan, pihaknya terus menyempurnakan data penerima bansos. Di samping itu, penyaluran bansos pun terus dilakukan.

Begitu banyak warga yang terdampak Covid-19 di wilayah Jawa Barat. Sementara target bansos dari Provinsi hanya berkisar 40 persen.

“Target kita 40 persen. Tapi ternyata yang meminta bansos mencapai 63 persen mendekati 50 juta jiwa,” ujar Emil.

Untuk yang belum menerima bantuan, lanjut Kang Emil, saat ini sedang dalam proses (penyaluran).

Gerakan Nasi Bungkus

Selain paket bansos, Pemprov Jabar juga menggagas Gerakan Nasi Bungkus atau yang disebut dengan Gasibu.

Gerakan Nasi Bungkus atau Gasibu ini ditujukan kepada mereka yang tidak memiliki KTP atau KK dan tidak terdata.

Gasibu bertujuan untuk memastikan semua masyarakat Jabar dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-harinya.

Meski begitu, bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah berbeda. Baik dari nilai, jenis, waktu penyebaran dan mekanismenya.

“Akan kita bantu, pintunya ada 9 pertolongan. Namun tanggung jawab kami ada di 2 pintu. Yakni bansos provinsi dan Gasibu,” pungkas Emil.

Sementara sisanya, bantuan kepada warga yang terdampak, akan diberikan dari pusat dan pemerintah Kota/Kabupaten. (GaluhID/Evi)

Loading...
loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA