CIAMIS, galuh.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Ciamis meluncurkan inovasi baru bernama Ciamis Strategic Learning Orchestration (CiCLO) sebagai upaya memperkuat pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lebih terarah dan berdampak terhadap kinerja organisasi.
Inovasi tersebut diluncurkan di Aula BKPSDM Kabupaten Ciamis, Selasa (28/9/2026), dengan mengusung slogan “Dari Masalah Menjadi Dampak” (From Problem to Impact).
CiCLO dirancang sebagai sistem pengorganisasian pembelajaran strategis yang mengintegrasikan berbagai elemen pengembangan kompetensi ASN dalam satu alur. Mulai dari pemetaan isu strategis daerah, identifikasi kebutuhan kompetensi, pemetaan potensi ASN, proses pembelajaran kolaboratif, implementasi aksi nyata, hingga pengukuran dampak dan pengembangan solusi.
Kepala BKPSDM Kabupaten Ciamis, Ai Rusli Suargi, mengatakan berbagai sarana dan metode pengembangan kompetensi ASN sebenarnya telah berjalan. Namun, tantangan yang perlu diperkuat adalah memastikan proses pembelajaran tersebut benar-benar selaras dengan kebutuhan organisasi dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Semangat utama yang ingin kita dorong lewat hadirnya CiCLO adalah pergeseran pola pikir. Proses peningkatan kompetensi seharusnya tidak lagi diawali dengan pertanyaan ‘pelatihan apa yang ingin diikuti ASN?’, melainkan ‘isu strategis apa yang harus diselesaikan dan keahlian apa yang dibutuhkan untuk membereskannya?’,” ujar Ai Rusli, Rabu (29/9/2026).
Menurutnya, CiCLO menempatkan persoalan strategis sebagai titik awal proses pembelajaran. Isu tersebut dapat bersumber dari prioritas pembangunan daerah, RPJMD, Rencana Strategis perangkat daerah, maupun kebutuhan mendesak organisasi.
Persoalan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi kebutuhan kompetensi dan kurikulum pembelajaran. ASN yang memiliki kualifikasi dan potensi relevan akan dipertemukan dengan berbagai sumber pembelajaran, mulai dari mentor, coach, praktisi, pakar, hingga perangkat daerah teknis.
Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti pada ruang kelas atau diskusi, tetapi dilanjutkan melalui action project atau proyek aksi nyata untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
CiCLO memiliki tujuh tahapan utama, yakni Identify, Align, Match, Learn, Act, Impact, dan Scale.
Tahap Identify dilakukan untuk mengenali dan memetakan persoalan strategis. Selanjutnya, Align menyelaraskan persoalan dengan prioritas pembangunan, standar kompetensi, dan sasaran kinerja.
Tahap Match mempertemukan figur, kompetensi, talenta, serta sumber daya pembelajaran yang sesuai. Kemudian Learn mendorong proses belajar bersama secara interaktif dan kolaboratif.
Pada tahap Act, pengetahuan yang diperoleh diterapkan melalui proyek nyata. Selanjutnya Impact digunakan untuk mengukur perubahan kinerja dan hasil yang dicapai.
Sementara Scale menjadi tahap pengembangan dan replikasi solusi yang telah terbukti berhasil agar dapat diterapkan dalam skala lebih luas.
Ai Rusli menegaskan, CiCLO tidak dimaksudkan untuk membentuk wadah baru maupun menggantikan peran Corporate University, program pengembangan kompetensi, Manajemen Talenta, dan mekanisme pengembangan aparatur lainnya.
“CiCLO hadir sebagai jembatan dan dirigen yang mengorkestrasi seluruh instrumen tersebut agar dapat bergerak serentak dan terpadu dalam menjawab tantangan strategis instansi,” jelasnya.
Melalui pendekatan tersebut, BKPSDM Ciamis berupaya menggeser orientasi pengembangan kapasitas ASN dari training-oriented menjadi problem-solving and impact-oriented learning.
“Tolak ukur keberhasilan dari sebuah proses pembelajaran bukanlah seberapa banyak pegawai yang ikut serta atau seberapa lama jam pelatihan yang dikumpulkan. Hal terpenting adalah perubahan apa yang terjadi setelahnya, persoalan apa yang berhasil dituntaskan, serta manfaat nyata apa yang dirasakan oleh organisasi maupun masyarakat luas,” imbuhnya.
Sebagai tahap awal, CiCLO akan diterapkan melalui pilot project dengan berfokus pada satu isu strategis. Hasil evaluasi dari tahap tersebut akan digunakan untuk menyempurnakan mekanisme kerja, instrumen, serta memperluas penerapan CiCLO ke perangkat daerah dan berbagai persoalan strategis lainnya.
Dalam jangka menengah, BKPSDM akan memperkuat jaringan pembelajaran dan memperluas keterlibatan perangkat daerah, termasuk melalui penyusunan panduan serta regulasi teknis pelaksanaan CiCLO.
Sementara dalam jangka panjang, CiCLO ditargetkan dapat terintegrasi dengan tata kelola Corporate University, pemetaan kompetensi, Manajemen Talenta, hingga sistem data pembelajaran ASN.
Peluncuran CiCLO menjadi bagian dari komitmen BKPSDM Kabupaten Ciamis dalam membangun ekosistem pembelajaran aparatur yang lebih terarah, kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada hasil.Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan pengembangan kompetensi ASN tidak lagi hanya dilihat dari jumlah pegawai yang mengikuti pembelajaran, tetapi juga dari sejauh mana pengetahuan tersebut mampu mengubah cara kerja, meningkatkan kinerja, menyelesaikan persoalan, serta memberikan manfaat nyata bagi organisasi dan masyarakat Kabupaten Ciamis.
