Minggu, 26 September 2021
Minggu, 26 September 2021

Percepat Distribusi Oksigen, Jabar Siapkan 5 Filling Station

Berita Jabar, galuh.id – Pemprov Jabar sudah menyiapkan 5 Filling Station Oksigen di lima daerah (masing-masing daerah satu) guna mempercepat distribusi oksigen ke rumah sakit.

Lima daerah tersebut yakni Kota Sukabumi, Kota Bandung, Cikarang (Kabupaten Bekasi), Kota Cirebon, dan Kabupaten Tasikmalaya. Kelima Filling Station itu telah beroperasi sejak 26 Juli 2021.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, skema Filling Station hadir guna mempercepat pengisian oksigen ke RS yang tersebar di wilayah Jabar.

Asda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar sekaligus Ketua Posko Oksigen Jabar, Taufiq Budi Santoso, menjelaskan alur pengisian tabung oksigen di 5 Filling Station.

Langkah pertama yaitu Posko Oksigen Jabar terlebih dahulu menentukan kuota tabung untuk kabupaten/kota dan RSUD.

Setelah itu, Posko Oksigen Kabupaten/Kota menentukan kuota tabung untuk setiap RS berdasarkan ketentuan kuota dari Posko Oksigen Jabar.

Selanjutnya, RS akan mengisi Google Form Posko Oksigen dengan jumlah tabung sesuai kuota.

Ketentuan kuota ini berdasarkan perhitungan neraca kebutuhan oksigen oleh Posko Oksigen Jabar secara komprehensif dan terukur.

Filling Station Layani Kebutuhan Oksigen di RS

Empat hari sejak beroperasi atau sampai 29 Juli 2021, Filling Station Bandung telah melayani 44 RS dengan total pengisian sebanyak 1.076 tabung.

Filling Station Cikarang dari 36 RS telah mengisi 1.137 tabung oksigen. Lalu, Filling Station Sukabumi telah melayani 20 RS dengan total pengisian 243 tabung.

Kemudian, Filling Station Tasikmalaya telah melayani 18 RS dengan total pengisian 1.020 tabung oksigen.

Terakhir, Filling Station Cirebon telah melayani 34 RS dengan total pengisian 1.021 tabung oksigen.

Meski demikian, menurut Taufiq, terdapat beberapa kendala selama pengisian tabung oksigen di Filling Station.

Pertama, banyak RS yang akan melakukan pengisian tabung tak sesuai jadwal. Sehingga hal itu menyebabkan penumpukan antrean saat pengisian tabung.

Kemudian kedua, masa berlaku uji hidorstatis tabung di RS tak sesuai aturan dan prosedur yang berlaku.

Kendala ketiga, cukup banyak permintaan pengisian tabung di luar pengajuan form RS, seperti individu.

Terakhir yakni jam operasional dan kemampuan pengisian di Filling Station terbatas. Tak sebanding dengan tingginya permintaan.

Pengisian di 5 Filling Station akan beroperasi kembali minggu depan dengan lebih baik. Dan memperbaiki kendala yang terjadi pada tahap pertama. (GaluhID/Evi)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Temukan Kami

47,551FansSuka
275PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan