Perempuan Desa Maparah Bangkit Lewat Ekonomi Kreatif, Perda Jabar Jadi Angin Segar

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

Ciamis, galuh.id – Desa Maparah di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, menjadi saksi bangkitnya semangat perempuan desa dalam membangun ekonomi lokal berbasis kreativitas. Hal ini terlihat dalam kegiatan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Barat Nomor 15 Tahun 2017 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif, yang digelar oleh Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai NasDem, Heri Rafni Kotari, pada Sabtu (3/5/2025).

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Maparah, Titin, menyebut Perda Ekraf sebagai peluang besar bagi perempuan desa untuk tampil sebagai pelaku ekonomi. Menurutnya, regulasi ini menjadi pijakan hukum dan motivasi baru. Terutama untuk mendorong usaha rumahan yang selama ini dijalankan secara mandiri tanpa banyak dukungan.

“Banyak ibu-ibu di Desa Maparah punya kemampuan membuat makanan olahan, kerajinan tangan, dan usaha rumahan lainnya. Dengan adanya Perda ini, kami jadi lebih percaya diri dan merasa dilindungi untuk mengembangkan usaha,” ujar Titin.

Ia menambahkan, kehadiran Perda ini membawa harapan baru. Namun, menurutnya, sosialisasi saja tidak cukup. Diperlukan aksi nyata seperti pelatihan keterampilan, pendampingan bisnis, akses permodalan, dan pemasaran produk. Tujuannya, agar potensi ekonomi kreatif yang dimiliki kaum perempuan bisa berkembang secara optimal.

- Advertisement -

“Ini menjadi momen penting bagi kami untuk lebih berdaya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan membawa dampak positif bagi seluruh masyarakat, terutama perempuan,” harap Titin.

Baca Juga: Ketua PKK Desa Maparah Ciamis Sebut Perda Ekraf Dukung Perempuan Desa Bangun Ekonomi

Tanggapan Heri Rafni Kotari atas Pernyataan Perempuan Desa Maparah

Menanggapi hal tersebut, Heri Rafni Kotari menegaskan, Perda Ekraf memang dirancang untuk inklusif. Perda Ekraf juga bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dari akar rumput, termasuk kelompok perempuan. Ia menyebut, pelaku usaha rumahan dan komunitas kreatif di desa harus diberi ruang, dukungan, dan akses terhadap kebijakan yang berpihak.

“Ekonomi kreatif bisa tumbuh dari dapur rumah, dari tangan-tangan terampil ibu-ibu desa. Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah memastikan ada kebijakan yang memfasilitasi mereka,” ujar Heri.

- Advertisement -

Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif antara warga dan Heri Rafni. Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusias, menandakan semangat warga, khususnya perempuan Desa Maparah untuk bergerak maju melalui ekonomi kreatif. (GaluhID)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Diduga Rudapaksa Anak, Duda di Banjarsari Ciamis Diamankan Warga

CIAMIS, galuh.id – Seorang pria berstatus duda berinisial YC alias A (39), warga Desa Ciherang, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis,...

Artikel Terkait