oleh

Peringatan 10 Tahun Gong Perdamaian Dunia di Ciamis, Warga Papua Ikut Menari

 
 

Ciamis, galuh.id– Masyarakat dan budayawan tumpah ruah dalam peringatan 10 tahun berdirinya Gong Perdamaian Dunia (World Peace Gong) di Kuta Galuh Purba Situs Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Senin, (9/9/2019).

Uniknya, pada acara ini terdapat pula puluhan warga Papua yang ikut memeriahkan pagelaran budaya di panggung hiburan di depan saung Gong Perdamaian.

“Saya berharap setelah 10 tahun berdiri, keberadaan Gong Perdamaian Dunia bisa menjadi destinasi wisata internasional. Apalagi Gong Perdamaian Dunia yang ada di Karangkamulyan ini merupakan gong terbesar dari pada gong lainnya di dunia,” ujar Penggagas World Peace Gong, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan MPKN dalam acara peringatan HUT 10 tahun Gong Perdamaian Dunia di Karangkamulyan.

Menurut Anton, gong ini dibuat dari leburan 400 bilah keris dengan diameter 3,3 meter, lebih panjang dari diameter gong perdamaian lainnya yang hanya 2,2 meter. Di badan gong perdamaian ini terdapat lambang-lambang agama di dunia dan bendera-bendera dari 200 negara anggota PBB.

“Saya bersama Pak H. Yoyo Tjuhaya menggagas gong perdamaian ini. Hanya berdua, sehingga bisa terwujud seperti sekarang ini. Sudah sepuluh tahun gong ini berdiri, menggaungkan semangat perdamaian ke seantero dunia. Dari 40 gong perdamaian di dunia yang ada, ini yang terbesar,” jelas Anton.

Budayawan Sunda, Aip Syarifuddin menambahkan, seremonial hari ulang tahun Gong Perdamaian spiritnya adalah menyampaikan pesan perdamaian ke seluruh dunia.

Setidaknya agar dunia memahami bahwa leluhur Galuh sudah sejak ratusan tahun silam memelihara perdamaian, jauh sebelum marak perang kolosal.

“Para karuhun Galuh sudah memelopori pendekatan damai daripada peperangan. Karena itu, Kerajaan Galuh jarang terlibat perang besar, kalau pun ada perang sesama anak raja, ujungnya adalah damai,” ujar Aip.

Hal unik lainnya, ada pula aksi performa dari anak-anak Papua yang sedang menari. Mereka mengenakan hiasan kepala, coretan di tubuhnya dan kostum jerami khas papua.

Tarian ini membuat para tokoh dan budayawan Ciamis ikut menari dengan irama ceria. Tak hanya itu, warga lokal pun diajak untuk mengikuti irama tarian tersebut.

Selepas menari, anak-anak Papua ini langsung berfoto bersama dengan artis tanah air, Lilis Karlina dan para tokoh budayawan lainnya. (galuh.id/Maisyara)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA