Banjar, galuh.id – Peristiwa kebocoran pada Jaringan Distribusi Utama (JDU) kembali menguji ketangguhan Perumdam Tirta Anom Kota Banjar dalam menyediakan pelayanan air bersih.
Kali ini, kerusakan pipa yang terjadi di tiga titik strategis, termasuk Jalan Gerilya Pamongkoran dan depan Kantor Kejaksaan, mengganggu kenyamanan warga Kota Banjar, khususnya wilayah Binangun.
Tekanan air yang mencapai 4 Bar disebut menjadi penyebab utama kerusakan pipa. Sebagaimana di ungkapkan oleh Kepala Hubungan Langganan Perumdam Tirta Anom, Yogy Indrijadi.
“Ada tiga titik kebocoran, dua di wilayah Gardu dan satu lagi tepat di depan Kantor Kejaksaan. Saat ini, upaya perbaikan sedang berlangsung,” papar Yogy, Sabtu (26/4/2025).
Dalam menghadapi tantangan ini, tim teknisi bekerja tanpa henti untuk memastikan proses perbaikan berjalan lancar.
Komitmen Perumdam Tirta Anom ini menunjukkan tekadnya untuk tidak hanya mengatasi permasalahan kebocoran, tetapi juga mempercepat penyediaan air bersih bagi warga Binangun.
Meski proses perbaikan tergolong kompleks, optimisme untuk menyelesaikan pekerjaan dalam waktu singkat terus di kedepankan.
“Kami berharap perbaikan ini segera rampung. Dengan begitu, warga Binangun dapat kembali menikmati suplai air bersih secara optimal,” tambah Yogy.
Ia juga memohon kesabaran warga sembari memastikan bahwa upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan terus menjadi prioritas.
Warga Kota Banjar, khususnya di Desa Binangun, dihadapkan pada ketidaknyamanan akibat gangguan suplai air bersih.
Namun, kebocoran JDU ini menjadi cerminan tantangan yang Perumdam Tirta Anom hadapi untuk terus mengembangkan sistem distribusi yang lebih kuat dan handal.
“Inshaa Allah perbaikan JDU ini akan segera selesai. Kami berharap warga bisa bersabar dan kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami akan terus mengoptimalkan pelayanan air di Perumdam Tirta Anom,” pungkas Yogy. (GaluhID/Diana)
Editor: Evi
