Antisipasi Kekeringan, Perumdam Tirta Galuh Perkuat Pengawasan Jaringan Air Bersih

Baca Juga
- Advertisement -
- Advertisement -

CIAMIS, galuh.id – Musim kemarau tidak hanya menguji ketersediaan sumber air baku, tetapi juga keandalan jaringan distribusi air bersih. Untuk memastikan pelayanan tetap optimal, Perumdam Tirta Galuh Kabupaten Ciamis mengintensifkan pelaksanaan step test sebagai strategi menekan kebocoran jaringan sekaligus menjaga pasokan air bersih kepada pelanggan.

Pengujian jaringan distribusi dilakukan pada malam hingga dini hari, saat konsumsi air masyarakat berada pada titik terendah. Kondisi tersebut membuat tekanan dan aliran air di dalam pipa lebih stabil sehingga petugas dapat mendeteksi kebocoran yang tidak terlihat di permukaan dengan tingkat akurasi lebih tinggi.

Direktur Utama Perumdam Tirta Galuh Kabupaten Ciamis, Amsi Yudi Purwanto, SE., MT., mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan mengantisipasi dampak musim kemarau terhadap pelayanan air bersih. Meski beberapa sumber air mulai mengalami penurunan debit, kondisinya masih mencukupi kebutuhan produksi.

“Secara umum kondisi sumber air baku masih aman. Memang terdapat beberapa sumber yang mulai mengalami penurunan debit sebagaimana lazim terjadi pada musim kemarau, namun hingga saat ini masih dapat memenuhi kebutuhan produksi air bersih. Karena itu kami melakukan berbagai langkah antisipasi agar pelayanan kepada pelanggan tetap optimal,” ujar Amsi, Kamis (23/7/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, step test menjadi metode efektif untuk mengetahui kehilangan air akibat kebocoran jaringan distribusi. Dari hasil pengujian tersebut, tim teknis dapat menentukan lokasi kebocoran secara lebih presisi sehingga perbaikan dapat segera dilakukan.

“Step test dilakukan saat beban pemakaian pelanggan rendah sehingga hasil pengukurannya lebih akurat. Dari kegiatan ini kami dapat mengetahui indikasi kebocoran yang tidak terlihat di permukaan. Setelah titiknya ditemukan, perbaikan bisa segera dilakukan sehingga kehilangan air dapat ditekan,” jelasnya.

Amsi menegaskan, setiap kebocoran yang berhasil diperbaiki akan meningkatkan efisiensi distribusi. Air yang sebelumnya terbuang akibat kebocoran dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, terutama di wilayah dengan elevasi tinggi maupun daerah yang berada di ujung jaringan.

Selain memperkuat pengendalian kehilangan air melalui step test, Perumdam Tirta Galuh juga mengoptimalkan sistem produksi dengan memantau kondisi sumber air baku secara berkala guna mengantisipasi perubahan debit selama musim kemarau.

- Advertisement -

Optimalisasi turut dilakukan pada bangunan penyadap air di Sungai Citanduy, Gunung Cupu. Pengaturan pengambilan air dilakukan secara cermat, khususnya pada sore hingga malam hari, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar yang juga memanfaatkan sumber air tersebut.

Di sisi distribusi, tim operasional meningkatkan patroli jaringan di hampir seluruh wilayah pelayanan, termasuk kawasan Ciamis dan Sindangkasih. Pemeriksaan tekanan jaringan, pemeliharaan infrastruktur, hingga percepatan penanganan gangguan dilakukan secara rutin agar pelayanan tetap berjalan optimal.

“Pengendalian kehilangan air menjadi salah satu fokus kami. Semakin kecil tingkat kebocoran, semakin besar pula volume air yang dapat didistribusikan kepada pelanggan,” katanya.

Perumdam Tirta Galuh juga telah menyiapkan pola distribusi apabila sewaktu-waktu terjadi penurunan debit yang memengaruhi pelayanan. Wilayah dengan elevasi tinggi dan daerah di ujung jaringan menjadi prioritas pemantauan karena lebih berpotensi mengalami penurunan tekanan air.

Sebagai langkah mitigasi, Perumdam terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis, BPBD, dan instansi terkait. Jika kekeringan menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh air bersih, perusahaan telah menyiapkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air ke wilayah terdampak.

Perumdam juga mengajak masyarakat menggunakan air secara hemat dan segera memperbaiki kebocoran instalasi di lingkungan rumah agar tidak terjadi pemborosan.

“Keberhasilan menjaga pelayanan selama musim kemarau tidak hanya bergantung pada upaya Perumdam, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh pelanggan dalam menggunakan air secara bijak. Setiap tetes air yang dapat dihemat akan sangat berarti bagi keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Untuk memudahkan komunikasi dengan pelanggan, Perumdam Tirta Galuh menyediakan layanan pengaduan melalui WhatsApp di nomor 0821-2828-2323. Informasi mengenai pelayanan, perbaikan jaringan, maupun kegiatan perusahaan juga dapat diakses melalui kanal WhatsApp resmi dan akun Instagram @perumdamtirtagaluh.

Amsi memastikan evaluasi terhadap kondisi cuaca, sumber air baku, instalasi produksi, hingga jaringan distribusi akan terus dilakukan sepanjang musim kemarau.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Seluruh sumber air, instalasi produksi, hingga jaringan distribusi akan terus kami pantau dan optimalkan agar kebutuhan air bersih pelanggan tetap terpenuhi sepanjang musim kemarau,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)

- Advertisement -
Berita Terbaru

Hadapi Musim Kemarau, BPBD Ciamis Perkuat Asesmen dan Distribusi Air Bersih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dengan memetakan wilayah terdampak dan mendistribusikan air bersih kepada 1.822 kepala keluarga. BPBD akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan kebutuhan air masyarakat terpenuhi selama musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air.

Artikel Terkait