CIAMIS, galuh.id — Harmoni suara khas Sunda menggema megah di Bale Gede Pakuan, Kota Bandung, saat PGRI Kabupaten Ciamis tampil memukau dalam ajang Paduan Suara “Puspa Swara Wanoja Sunda” Tingkat Jawa Barat Tahun 2026. Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh Dedi Mulyadi pada Minggu (17/5/2026).
Ajang bergengsi bertajuk “Ngaguar Asih, Ngahudangkeun Rasa” yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi organisasi perempuan sekaligus melestarikan budaya Sunda dalam rangka peringatan Hari Jadi Tatar Sunda.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, mengaku bangga atas perjuangan para guru yang tergabung dalam tim paduan suara PGRI Kabupaten Ciamis.
“Alhamdulillah kita kembali mendapatkan prestasi luar biasa di tengah berbagai keterbatasan. Teman-teman bukan hanya mengorbankan waktu meninggalkan keluarga, tetapi juga materi untuk latihan dan persiapan. Semangat mereka untuk mengharumkan nama daerah sangat tinggi,” ujar Erwan, pada Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, keikutsertaan PGRI Kabupaten Ciamis bermula dari arahan agar unsur PGRI, PKK, Persit, dan Bhayangkari mengirimkan perwakilan paduan suara. Saat itu, PGRI Kabupaten Ciamis menyatakan kesiapan dan mulai membentuk tim bersama dukungan PKK Kabupaten Ciamis.
Menurut Erwan, proses menuju penampilan di tingkat provinsi tidaklah mudah. Tim harus melalui tahap seleksi wilayah di Garut bersama peserta dari Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran, dan daerah lainnya. Setelah lolos sebagai perwakilan wilayah, tim kembali bersaing dengan peserta terbaik dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Awalnya kami cukup ragu karena lawan-lawan berasal dari kota besar seperti Bandung dan Bogor. Tapi kami percaya diri karena anggota tim merupakan guru-guru yang memiliki kemampuan seni, guru seni, dan beberapa di antaranya punya prestasi di bidang tarik suara,” katanya.
Ia menyebut, evaluasi dari tahap seleksi dimanfaatkan untuk memperkuat penampilan di babak final, mulai dari koreografi, variasi vokal, hingga kekompakan tim. Latihan rutin selama sekitar satu bulan, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam persiapan tim.
Pada babak final, 10 tim terbaik yang tampil di Bale Gede Pakuan berasal dari unsur PKK, PGRI, Persit Kartika Chandra Kirana, dan Bhayangkari se-Jawa Barat, termasuk PGRI Kabupaten Ciamis sebagai salah satu finalis terbaik.
Erwan berharap tim paduan suara yang telah terbentuk tidak berhenti sampai kompetisi semata, melainkan dapat terus tampil pada berbagai agenda daerah.
“Mudah-mudahan tim paduan suara ini tidak dibubarkan. Potensi guru-guru kita luar biasa dan bisa terus ditampilkan di momentum seperti Hari Jadi Kabupaten Ciamis maupun kegiatan pemerintahan lainnya,” pungkasnya. (GaluhID/Tegar)
