CIAMIS, galuh.id – Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Ciamis menggelar Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026 M/1448 H di Aula Pondok Pesantren Ar Risalah, Cijantung, Kecamatan Cijeungjing, Sabtu (4/7/2026).
Mengusung tema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti dan Diniyah yang Berprestasi”, ajang tersebut menjadi wadah pembinaan karakter, pengembangan bakat, sekaligus seleksi santri Madrasah Diniyah Takmiliyah terbaik untuk mewakili Kabupaten Ciamis ke tingkat Provinsi Jawa Barat.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang diwakili Asisten Daerah III Setda Ciamis, Wawan Ruhiyat, mengapresiasi terselenggaranya PORSADIN VIII sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan nonformal di Kabupaten Ciamis.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam membina dan mengembangkan potensi anak-anak didik, baik dari sisi keagamaan, akademik, seni, maupun olahraga. Pendidikan agama menjadi benteng utama dalam menjaga moral dan akidah generasi muda,” ujar Wawan saat membacakan sambutan Bupati.
Ia menegaskan, PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun mental, serta meningkatkan kualitas pendidikan Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keimanan, ketakwaan, serta akhlakul karimah sebagai bekal membangun daerah di masa depan.
“Kepada seluruh peserta, ikutilah seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, sportivitas, dan kejujuran. Menang atau kalah adalah hal biasa, namun menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah adalah yang paling utama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Ciamis, Drs. Abdul Wahab Syahroni, mengatakan PORSADIN menjadi wahana pembinaan sekaligus ajang silaturahmi bagi para santri Madrasah Diniyah Takmiliyah dari seluruh Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, FKDT sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki tanggung jawab untuk ikut membentuk generasi muda yang religius dan berkarakter.
“PORSADIN adalah sarana untuk memfasilitasi potensi putra-putri kita agar menjadi insan diniyah yang berprestasi. Selain sebagai ajang kompetisi olahraga dan seni, kegiatan ini juga menjadi media mempererat persaudaraan antar-santri,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan prestasi gemilang Kabupaten Ciamis yang pernah dua kali meraih gelar juara umum PORSADIN tingkat Jawa Barat. Karena itu, ia berharap kontingen Ciamis kembali mampu menunjukkan prestasi terbaik pada PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Cianjur.
Ketua Pelaksana PORSADIN VIII, menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Juli 2026. Sebanyak 14 cabang lomba dipertandingkan, meliputi bidang seni, pendidikan, serta olahraga seperti tenis meja, bulu tangkis, dan lari sprint.
Peserta berasal dari 27 kecamatan di Kabupaten Ciamis yang merupakan hasil seleksi dari masing-masing Madrasah Diniyah Takmiliyah.
Panitia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu melahirkan atlet serta peserta terbaik yang nantinya mengharumkan nama Kabupaten Ciamis di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Pimpinan Pondok Pesantren Ar Risalah dalam sambutannya menegaskan bahwa PORSADIN bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat silaturahmi dan membentuk generasi Islam yang cerdas, berkarakter, serta berakhlakul karimah.
Menurutnya, pesantren dan Madrasah Diniyah memiliki peran yang saling melengkapi sebagai pilar pendidikan Islam dalam mencetak generasi penerus yang mampu menjaga nilai-nilai agama di tengah perkembangan zaman. (GaluhID/Tegar)
