oleh

Produktif, KPM Jualan Sayur Hasil Tanam Sendiri di CFD Kawali Ciamis

 
 

Kawali, galuh.id – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) harus segera lepas dari kemiskinan, ini menjadi tantangan untuk para Pendamping PKH.

Para pendamping PKH harus berpikir keras untuk menghadirkan ide-ide segar dan kreatif untuk para KPM, sehingga biesa memberdayakan KPM.

Seperti yang dilakukan oleh Pendamping PKH Kecamatan Kawali, yang memberikan ruang pada KPM untuk lebih produkti dan bernilai guna untuk keluarga.

Pada Hari Minggu (24/11) KPM asal Selamaya Selasari Kawali Iis Hanifah berjualan sayuran pada Carf Free Day (CFD) Kawali.

Menurut Elis Wijayanti salah seorang Pendamping PKH, sayuran yang dijual tersebut ditanam sendiri oleh KPMnya.

Sehingga menurut Elis, KPM sudah mulai terbuka pola pikirnya agar lebih produktif dan menghasilkan untuk keluarga.

“Iya betul, sayuran yang dijual oleh Ibu Iis merupakan hasil dari yang ditanamnya, kami sebagai pendamping mendampinginya sehingga menjadi produktif,” jelas Elis.

Selain Iis terdapat KPM lain yang berjualan pada gelaran CFD, yaitu Reni Nuraeni yang berjualan kerupuk kentang.

Reni pun tidak lepas dari pendampingan yang dilakukan oleh Pendamping PKH yang secara terus menerus memberikan ruang pada KPM untuk produktif.

“Kami harus terus dan jangan bosan mengeluarkan ide dan ruang untuk para KPM agar bisa produktif agar mendapatkan penghasilan tambahan,” jelas pendamping lainnya Gilar.

Sementara itu Camat Kecamatan Kawali Drs. Heryana menyambut baik terlibatnya KPM PKH dalam Car Free Day ini.

“Sengaja PKH dilibatkan karena kami sadar betul bahwa di lapangan banyak anggota PKH yang ke depannya harus mandiri,” jelas Heryana.

Heryana berharap agar usahanya bisa berkembang dan nantinya jika usahanya maju, segera melepaskan diri dari kepesertaan PKH.

Menurut Heryana meskipun saat ini masih satu stand, pihaknya akan mengupayakan agar KPM PKH standnya ditambah.

Di tempat terpisah, salah satu Koordinator PKH Kabupaten Ciamis, Indra Maulana, S.IP,M.M menyampaikan tentang keterlibatan pendamping dalam pemberdayaan.

“Pendamping PKH harus banyak hadir untuk memberikan ruang pada para KPM dampingannya, walaupun dalam skala kecil tapi dapat merangsang para KPM untuk melakukan pemberdayaan,” jelas Indra.

Indra menambahkan, meskipun dalam skala kecil namun lambat laun akan bernilai dan berkembang menjadi lebih besar.

Selain itu, secara tidak langsung dengan kegiatan pemberdayaan, para KPM sedang memberikan edukasi pada anak-anaknya untuk melakukan hal-hal yang positif.

“Minimal dapat merangsang agar terbentuk pola piker yang lebih produktif,” pungkas Indra. (GaluhID/YP)

loading...

Komentar

BERITA SELANJUTNYA