CIAMIS, galuh.id – Tim satelit Persib Bandung, PSGC Ciamis, masih menunggu kedatangan sejumlah pemain Persib Bandung yang diproyeksikan bergabung dengan Laskar Singacala untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Asisten Pelatih PSGC Ciamis, Eka Ramdani, menyebut terdapat sekitar empat hingga enam pemain Persib yang masih menunggu keputusan manajemen untuk bergabung bersama PSGC.
“Kita masih menunggu keputusan dari manajemen, mungkin ada sekitar empat sampai enam pemain Persib yang akan datang lagi. Kita lihat perkembangan dulu,” kata Eka Ramdani usai memimpin latihan di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (8/8/2026).
Kehadiran pemain Persib tersebut diharapkan dapat menambah kekuatan PSGC Ciamis dalam menghadapi ketatnya persaingan Liga 2 musim 2026/2027.
Namun, PSGC masih memiliki pekerjaan rumah dalam mempersiapkan skuad. Dengan waktu persiapan sekitar satu bulan, tim pelatih berupaya memaksimalkan waktu yang tersedia untuk membentuk komposisi tim sekaligus meningkatkan kondisi fisik para pemain.
Eka mengakui persiapan PSGC sedikit tertinggal dibandingkan sejumlah tim lain yang sudah lebih dahulu memulai persiapan.
“Karena istilahnya saya melihat tim-tim lain sudah bersiap, kita ada sedikit terlambat. Tapi kita coba untuk maksimalkan waktu persiapan yang ada,” ujar mantan pemain Persib Bandung tersebut.
Sementara itu, dari sektor pemain asing, mantan striker Persib Bandung, Ezechiel N’Douassel, yang dikabarkan akan memperkuat PSGC, masih belum bergabung dalam sesi latihan meskipun sudah berada di Ciamis.
Eka mengatakan, satu pemain asing lainnya sudah berada di Ciamis, sedangkan dua pemain asing lainnya masih menyelesaikan proses administrasi.
“Untuk pemain asing satu sudah ada di Ciamis, kalau yang dua lagi masih mengurus proses administrasi. Mudah-mudahan bisa segera bergabung,” katanya.
Selain melengkapi komposisi skuad, PSGC juga mulai mempersiapkan agenda pertandingan uji coba. Tim pelatih menginginkan lawan yang memiliki level kekuatan relatif seimbang agar dapat menjadi tolok ukur perkembangan permainan tim.
Menurut Eka, pertandingan uji coba tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar kemenangan. Hasil pertandingan bukan menjadi prioritas utama, melainkan bagaimana tim dapat mengukur perkembangan permainan dan kesiapan menghadapi kompetisi.
“Sementara belum. Saya sih pengennya sudah sama yang setara, biar kelihatan. Kita juga tidak melihat hasilnya dulu,” pungkas Eka. (GaluhID/Tegar)
