Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020
 
 

Pungli di Jalan, 39 Preman di Tasikmalaya Dibekuk Polisi

Berita Tasikmalaya, galuh.id – Sebanyak 39 orang preman di Tasikmalaya dibekuk polisi karena dianggap meresahkan warga. Para preman ini diduga kerap meminta uang kepada para pengendara.

Modusnya, menjual minuman dalam kemasan dan mengatur lalu lintas di jalan. Razia preman digelar Polres Tasikmalaya untuk mencegah terjadinya kejahatan jalan Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam operasi yang bertajuk Bina Kusuma Lodaya 2020, petugas anggota Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengamankan 39 preman yang dianggap meresahkan.

Mirisnya, diantara 39 preman yang diamankan, terdapat beberapa pelajar. Namun kebanyakan pemuda pengangguran yang tidak mempunyai pekerjaan.

Kebanyakan dari para preman ini melakukan pungli atau pungutan liar terhadap kendaraan yang melintas di jalan.

Para preman ini diamankan di tujuh lokasi. Yakni di Kecamatan Tanjungjaya, Sukaraja, Salopa, dua titik di Kecamatan Cikatomas dan dua titik di Kecamatan Cipatujah.

Preman di Tasikmalaya berhasil Diamankan

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Siswo Tarigan mengatakan, 39 preman di Tasikmalaya yang berhasil diamankan tersebut dibawa ke Polres Tasiklmalaya untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

“39 orang preman itu kita bawa ke Polres. Untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Agar tak membuat masyarakat resah dan efek tidak baik ke masyarakat,” kata Siswo.

Adapun motifnya, para preman ini rata rata menjual air mineral kemasan ke pengguna jalan. Sebagian lagi, sengaja meminta uang dengan dalih mengatur arus lalu lintas di jalanan rusak.

“Kebanyakan memang mereka jual minuman kemasan ke pengendara. Ada juga yang minta uang pakai jaring di jalanan rusak dengan dalih atur jalan,” terangnya.

Di jalan yang rusak itu, diberikan penghalang jalan seperti bambu oleh para preman tersebut. Tujuannya untuk menghambat dan mempersempit ruas jalan.

”Agar para preman itu bisa memberhentikan kendaraan. Untuk meminta uang ke pengendara yang melintas,” jelas kata Siswo.

Dalam sekali pungli, lanjut Siswo, satu orang preman bisa menghasilkan uang sebesar Rp 70 ribu.

Selain itu, petugas kepolisian juga menemukan barang bukti obat-obatan di salah satu titik operasi. Diduga, obat obatan ini dikonsumsi preman untuk mendapat efek mabuk.

“Mereka mengkonsumsi sejenis obat batuk. Yang bisa memberikan efek mabuk kepada mereka,” ujar dia.

Untuk pelajar yang terjaring razia, petugas meminta kepada pihak orang tua untuk datang langsung menjemput anaknya ke Mako Polres Tasikmalaya.

“Kita juga lakukan pembinaan terhadap preman di Tasikmalaya yang tadi ditangkap supaya jera,” pungkasnya. (GaluhID/Evi)

Loading...

Artikel Terkait

Minggat Cinta Tak Direstui, Gadis Cantik Asal Tasikmalaya Akhirnya Ditemukan Polisi

Berita Tasikmalaya, galuh.id - Gadis cantik asal Tasikmalaya yang kabur dari rumah akhirnya ditemukan oleh anggota Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)...

Wanita Cantik di Tasikmalaya Tinggalkan Rumah, Keluarga Lapor Polisi

Berita Tasikmalaya, galuh.id - Wanita cantik di Tasikmalaya meninggalkan rumah tanpa memberitahukan terlebih dahulu pada orang tuanya sejak Kamis (3/9/2020).

Gara-gara Upah, Pegawai Tambak Udang di Tasikmalaya Babak Belur Dikeroyok Teman Kerja

Berita Tasikmalaya, galuh.id - Tasikmalaya kembali geger karena pegawai tambak udang dikeroyok hingga nyaris terbunuh. Diketahui bahwa korban dan tersangka merupakan rekan...

Temukan Kami

48,775FansSuka
191PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya

Video TikTok Guru Viral, Do’akan Murid Dicabut Nyawanya

Video TikTok Guru viral menjadi sorotan banyak warganet. Tidak heran lagi jika jaringan sosial dan platform asal Tiongkok tersebut akhir-akhir ini selalu...

Oppo Find X2 Pro Lamborghini, HP Mewah Berapa Harganya?

Oppo Find X2 Pro Lamborghini sudah resmi dirilis di negara asalnya yaitu China dan akan segera dipasarkan ke seluruh dunia. Seri lamborghini...

Film Peninsula: Tran to Busan 2, Kisah Zombie Korea yang Menegangkan

Film Peninsula merupakan sekuel kedua dari Train To Busan yang dirilis pada tahun 2016 silam. Train to Busan menjadi salah satu film...

Penjualan Daring Toyota, Peluang di Tengah Pandemi Covid-19

Penjualan Daring Toyota merupakan jalur pemasaran alternatif yang dilakukan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM). Hal ini dipicu pandemi Covid-19, sehingga strategi...

Penundaan Pencairan BLT BPJS Tahap 4, Ini Kata Menaker

Penundaan pencairan BLT BPJS tahap 4 diumumkan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker). Lantaran masih ada proses yang harus ditempuh. Menteri...