Sabtu, 17 April 2021
Sabtu, 17 April 2021
BJB

Saat Pandemi Corona, 5 Orang Pengidap HIV/AIDS di Ciamis Meninggal Dunia

Berita Ciamis, galuh.id – Saat pandemi Covid-19 mewabah, perhatian semua pihak hingga kini masih terpusat pada penanganan Corona. Akibatnya, penyakit lain menjadi terabaikan. Padahal banyak penyakit lainnya yang membutuhkan perhatian.

Misalnya seperti penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Penyakit mematikan yang disebabkan oleh HIV (human immunodeficiency virus) ini pun tak kalah pentingnya dengan virus Corona.

Virus HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV inilah yang menyebabkan penyakit AIDS.

Sedikitnya ada 5 orang pengidap HIV/AIDS di Ciamis yang dilaporkan meninggal dunia. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Ciamis, secara akumulatif angka pengidap HIV/AIDS  sejak 2001-2020 mencapai 515 kasus. Kemudian di tahun 2020, ditemukan 12 kasus baru HIV/AIDS.

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Ciamis

Angka kematian pengidap HIV/AIDS di Ciamis rata-rata 7 sampai 17 kasus. Bahkan kematian tertinggi akibat HIV/AIDS terjadi di tahun 2016, yakni sebanyak 17 orang. Penyebab kematiannya karena disertai penyakit penyerta.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Ciamis, Bayu Yudiawan, menjelaskan penyebab kematian pengidap HIV/AIDS lebih karena penyakit penyerta. Karena daya tahan tubuh pasien mengalami penurunan.

“5 orang pengidap AIDS meninggal di tahun ini. 4 orang karena memiliki penyakit TBC dan 1 orang karena Toksoplasma,” ujar Bayu, Selasa (2/6/2020).

Bayu Yudiawan juga menyebut, deteksi pengungkapan kasus penyebaran HIV/AIDS di kabupaten Ciamis pada tahun 2020, terganggu dikarenakan dampak dari pandemi Covid-19.

Kendati demikian, angka kasus HIV/AIDS di Ciamis cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di tahun 2019, pengungkapan kasus baru bisa mencapai 77 orang.

“Kondisinya memang sedang pandemi Corona. Jadi pengungkapan pun tidak maksimal. Perhatian sekarang cenderung untuk penanganan Covid-19,” kata dia.

Lebih lanjut Bayu menerangkan, kasus HIV/AIDS di Ciamis didominasi oleh populasi kunci. Yakni wanita pekerja seks (WPS), LSS (Lelaki Seks dengan Lelaki), dan ibu rumah tangga yang tertular oleh suaminya karena sering ‘jajan di luar’.

Dinkes Ciamis juga berupaya untuk menjaga ODHA (sebutan pengidap HIV/AIDS) di Ciamis agar terhindar dari penyebaran Covid-19. Sebab, ODHA termasuk rentan tertular karena imunnya berbeda dengan orang lain.

Maka dari itu, dalam pemberian obat rejimen anti-retroviral (ARV) pun diberikan sekaligus dua bulan sekali.

”Kami khawatir jika mereka (ODHA) terular karena sering keluar masuk rumah sakit untuk mengambil obat ARV. Jadi kami berikan setiap dua bulan sekali,” pungkas Bayu. (GaluhID/Evi)

 
 
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel Terkait

Temukan Kami

47,730FansSuka
242PengikutMengikuti
2,760PelangganBerlangganan

Artikel Lainnya